Doktor Cilik hafal dan paham Al-Quran

17 Juni 2007

Doktor Cilik hafal dan paham Al-Quran
oleh Dina Y. Sulaeman
Penerbit: Pustaka IIMaN (Maret 2007)
220 halaman

Eh ya aku dah lamaa gak beli buku, ini aja yang beli kang Amru 2 bulan yang lalu. Buku yang menarik dan ditulis dengan gaya bahasa ringan dan mengalir. Aku baca buku ini sambil diselingi pekerjaan lain langsung tuntas sekitar 2 jam. Buku ini juga menjawab hampir semua pertanyaan pembaca tentang si Doktor Cilik.

Pernah tahu sosok Husein Tabataba’i? Seorang teman yang aku tunjukkan buku ini ternyata pernah nonton CD tentang Husein yang berasal dari Iran ini 4 tahunan lalu.  Husein yang disebut-sebut sebagai Mukjizat abad 20 ini memang sudah tenar sejak umurnya 5 tahun dan dikukuhkan sebagai Doctor Honoris Causa berdasarkan test dengan nilai 93 di usianya yang 7 tahun pada tahun 1998 di Hijaz College Islamic University Birmingham Inggris. Husein hafal sekaligus paham dan dapat menjelaskan maknanya ke dalam bahasa Ibu (Persia) serta bisa bercakap-cakap dengan ayat Al-Quran. Berikut petikannya:

P : Engkau memiliki berapa orang paman?
H : “Sudah sampaikanlah kepadamu kisah Musa” (QS 79:15) dan “Muhammad itu adalah utusan Allah” (QS 48:29)
Maksudnya Husein punya 2 paman, namanya Musa dan Muhammad

P : Jika manusia tua, apa yang akan terjadi padanya?
H : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian” (QS 36:68) “Kepalaku telah ditumbuhi uban” (QS 19:4)
Maksudnya orang yang sudah tua perilakunya akan kembali seperti anak-anak dan dikepalanya akan tumbuh uban.
Read the rest of this entry »

Mommy Tosca Theme

17 Juni 2007

Memperkenalkan, blog theme baru…
___

telp: tulilut tulilut
temen1: “hai ke’, mana makan2-nya?? selamat ya!!”
nike: (waduh selamat apaan ni? wah status proposal TA ku dah di ACC kali ‘_’, wii asik-asik-asik)
temen1: “kamu kan ulang tahun..”
nike: (gubrak!) “wakakaka gak sekarang, besokkkk! kasiannn deh :p”

besoknya
telp: tulilut tulilut
temen2: “selamat ulang tahun ya..”
nike: “hahahha, na sekarang baru bener!!!” — “loh ini bukan temen1 to?”

lalu pergilah aku ke kamar.
(yoh masih bobok!)

Read the rest of this entry »

From 3 days to 3 months

28 Mei 2007

kiyu--From3daysto3months

Heeyyy ketemu lagi sama kiyu!

Tips Taaruf

27 Mei 2007

—ditujukan buat yang sedang berburu teman setia ^_^—

Taaruf secara harfiah diartikan sebagai perkenalan. Taaruf yang akan saya obrolkan dalam tulisan ini adalah perkenalan menuju pernikahan. Perkenalan sebagaimana perkenalan dalam pertemanan adalah sebuah pembukaan dalam berteman. Pembukaan berarti belum melakukan berteman. Bisa jadi setelah asl/pls (hahaha pembukaan chatting ala bahulak :D)  karna gak tertarik ya gak jadi berteman. Jadi kalo selama taaruf sudah mencicipi apa yang ada dalam pernikahan berarti sudah bukan masuk kategori taaruf lagi.

Metode taaruf secara islami yang saya pahami yaitu mencari tahu kepribadian calon pasangan dengan memasang detektif-detektif untuk mengorek informasi dari orang-orang terdekatnya. Dari cerita beberapa keluarga yang sukses dengan metode ini mengaku metode tersebut lebih efektif (sori ya, tidak diteliti secara ilmiah, ceileee..) daripada mengorek langsung pada orangnya karena:
1. perasaan cinta seringkali muncul terlalu awal meski sudah menyadari bahwa dia bukan orang yang tepat untuknya sehingga mekso untuk tetap memilih dia
2. sulit sekali bagi orang lain untuk melalukan pengakuan dosa saat ini di depan orang lain, kecuali mengakui dosa yang lalu-lalu.

Dulu seorang teman yang ingin menggunakan metode taaruf, jadi bingung daftar pertanyaan apa yang harus saya titipkan kepada detektif saya agar pertanyaan tersebut mengena dan mewakili seluruh informasi yang seharusnya saya peroleh. Read the rest of this entry »

Sekolah pro multiple intelligence

27 Mei 2007

Aku nulis draftnya waktu awal mei dulu, tapi ga papa lah tak post sekarang alih-alih buat dokumentasi pribadi juga:

Di Metro tv design and decor hari Minggu tanggal 29 April, ternyata di Indonesia ada sekolah yang menghargai perbedaan kecerdasan anak. Cuman gak jelas nama sekolahnya apa, dan lokasinya di mana soalnya ane ngantuk berat di awal nonton. Di sekolah tersebut yang menjadi bahasan utama adalah sekolah untuk anak prasekolah. Sebenarnya ekolahnya sendiri didesign untuk anak pra sekolah sampai SMU, tetapi mendesain gedungnya menggunakan konsep puzzle… (sori lupa). Jadi setiap masa transisi seperti SD, SMP dan SMU didesign sangat berbeda meskipun berada dalam satu lokasi. Inti dari desainnya adalah agar anak betah dan tidak bosan berada di situ selama 15 tahun. Bagi anak pra sekolah, tempatnya dibuat banyak sesi, untuk seni, logic, bahasa, multimedia, ada koleksi reptil dan jenis hewan lain agar siswa mengetahui langsung prilaku hewan, dan lain-lain pokoknya lengkap deh. Sehingga yang paling penting menurut ownernya anak-anak bisa memutuskan sendiri aku senang yang mana??. Ada kamar mandi yang didesain sedemikian rupa  untuk toilet training anak-anak.

Kursi-kursi belajar di sana kebanyakan dibuat dalam bentuk melingkar, nah bukan sistem kelas dengan guru diktator bukan? Pada beberapa kelas dinding sekeliling kelas didominasi oleh kaca, sehingga siswa tidak stuck dan lebih fresh karena sekelilingnya terlihat tumbuh-tumbuhan yang menghijau.

Tips dari salah satu pendidik pra sekolah di sana adalah: Sediakan sebanyak mungkin mainan buat anak baik yang sudah jadi atau barang bekas yang dapat dieksplorasi oleh anak. Misalnya botol plastik, sedotan meski sederhana tetapi bentuknya lentur dan anak-anak bebas mengeksplorasi untuk dibuat bunga misalnya, dan lain-lain. Warna-warna untuk peralatan seperti kursi, meja, lemari mainan, beri warna kuning dan biru untuk ketenangan, abu-abu untuk konsentrasi. lantai juga tidak dibuat monoton putih semua, tetapi diselingi beberapa lantai warna abu-abu dengan model petak abu-abu yang tidak sama dengan petak di lantai bagian lain.

Naah, milih sekolah yang pro multiple intelligence seperti ini atau homeschool?

Mau homeschool anakku?

27 Mei 2007

Percakapan iseng dahulu sebelum punya kiyu:
Pa’e: Kayaknya enakan diajari sendiri di rumah, sekolah kan cuman formalitas
Mama: (O ow… aku kan orangnya gak bisa konsisten, ntar bukannya menyediakan lingkungan edukasi yang kondusif dan santai malah jadi sama-sama malas-malasan wakakaka) Homeschooling ya? Bagus sih, cuman anak juga butuh sosialisasi dengan teman-temannya. Tapi eh, di good morning trans tv kemaren banyak anak-anak istimewa dengan perhatian di rumah mereka sendiri. Atau mengamati anak-anak SD seperti ini:

tanya: Gimana jadi kelas 1 SD kelasnya menyenangkan?
anak1: Huuu sebel, aku gak bisa (sudah lupa) kalo disuruh ngeja lagi tulisan 1 per 1. Soalnya aku dah bisa baca. Jadinya nilai membacaku jelek :(.
anak2: Aku gak suka baca ini budi, ini ani, ini ibu budi, aku senengan baca tulisan yang banyak!
tanya: (pada kelas 5 SD). Gimana sekolahmu?
anak3: Guruku sering ninggalin kelas kalo pagi. Biasanya ibu-ibu guru kalo pagi ada acara masak bersama di dapur sekolah. (Lah..)

Habis itu baca tema homeschooling di mamakintan, trus gak sengaja baca majalah PKPU jadul tahun 2005 :D bu Neno Warisman memaparkan tentang homeschooling yang menurut beliau pada tahun segitu beliau hanya mampu menerapkan semi homeschooling Read the rest of this entry »

No ASI for 2 days

30 April 2007

Kamis-Jumat-Sabtu lalu aku sakit cikungunya (menurut dokter gitu), karena aku puyeng 8 keliling, lemas, kalo duduk/berdiri agak lama jadi pengen muntah, plus ASIku jadi caiiirrr banget, plus  aku dah gak enak makan banget, biasalah jadi pahit padahal aku termasuk orang yang jago makan menurut kang amru, plus lagi karena cikungunya termasuk virus kata dokternya, akhirnya Jumat malam kiyu minum susu sapi :D

Hari Sabtu sore kiyu BAB dan kaget nya diriku dan langsung kupanggil kang amru, “Ni liattt warnanya ijo loo”. “Oo, peralihan ke susu sapi kali ya…”. “Uhhh besok tak kasih ASI lagi ah, aku dah gak papa, eh tapi kayaknya di teorinya feses warna hijau masih normal kok :D”.

Minggu pagi aku berusaha memperbaiki kualitas maem plus mimik susu lagi buat banyakin ASI, baru siangnya ngasih ASI
lagi. Seperti kasus di minggu sebelumnya, ceritanya gini aku selama seminggu ke kampus terus meski cuma 2-4 jam, jadinya kiyu banyak mimik ASI dari botol. Waktu mo di mimiki langsung, eh gak mau :(. Ya udah ngalah, tak kasih botol lagi. Besoknya gitu lagi, yahhh ngasih dari botol terus gak enak, kelamaen. Pernah dikasih peringatan di sebuah artikel kalo ngasih ASI gak langsung dengan cara lewat pinset biar bayinya gak bingung. Aku pikir ah kiyu ni apa aja mau kok kayak mamanya ^_^, gak taunya umur 3 bulan dah mulai pilih-pilih. Nah akhirnya tak paksain meski nangis-nangis di pangkuan, trus tak ajak jalan-jalan diem, mulai dimimiki lagi eh nangis sambil ginjal2 gitu. Naaa aku kan belum pernah nyoba mimiki sambil tiduran tak coba ah. Waduh jungkir balik gitu deh mamanya, capeeee… Tapi kiyu ternyata mau :D:D. Na metode yang sama aku pake buat ngenalin ASI lagi ke kiyu :). O iya, waktu transisi ke ASI lagi fesesnya kiyu jadi campur ijo sama kuning.

Semoga mama sehat terus ya biar kiyu juga gak terganggu :)

Cerita Kelahiran

29 Januari 2007

Seperti kehamilan, tanda-tanda kelahiran dan prosesnya berbeda antara ibu satu dengan ibu lainnya. Na, ini aku ceritain tanda-tanda kelahiran dan prosesnya versi Mama Nike dan Kiyu :).

Kampung halamannya kang Amru: Madiun, Jum’at 19 Januari 2007

Jam 5.30
Bangun tidur seperti biasa melek di kasur dulu beberapa menit. Lama-lama kok rasanya kebelet pupup banget. Jadinya mau gak mau cepet-cepet bangun, ternyata udah jam 5.30,hiiii subuhnya telat. Karena kebelet banget, jadi sebelum wudhu nyoba pupup dulu. Eh cuman dikit. Ya udah sholat dulu. Habis sholat kok sakit lagi kayak tadi??. Dirasa-rasain sakitnya dari pinggang belakang sampe perut sama kebelet pupup banget. Sakitnya selama kurang lebih 2 menit. Habis itu gak sakit sama sekali. 5 menit kemudian sakit lagi. Sakit teratur? Huahhh berarti mau lahiran!!!.

Jam 7.00
Laperr!!!, tapi mo manasin maem aja gak kuat. Rumah Ibu sepi, soalnya Ibu lagi opname di rumah sakit dan Bapak yang jagain Ibu. Untung deh Giati dateng, jadi minta tolong dia bikinin sarapan. Na jam segini aku masih santai-santai alias gak buru-buru ke bidan, nunggu keluar darah atau ketubannya pecah, karena kebanyakan ibu-ibu kontraksinya rata-rata setengah hari sampe 3 hari.

Jam 8.00
Karena udah 2 jam, aku ngomong ke kang Amru kalo udah kontraksi. Tahu gitu, mimiknya yang ngantuk berubah jadi berbinar seneng. Soalnya kita nunggu lahiran udah 2 minggu lebih. Malah hari ini mau ke dokter buat USG. Berkat saran dari mbah Mam(kokinya Ibu) akhirnya kita kontrol ke bidan dulu. Rencana awal mo ngelahirin di rumah, karena bidannya deket cuman jarak 6 rumah. Tapi sayang sekali waktu kesitu, bidannya lagi sekolah :D. Akhirnya dibantu budenya kang Amru, kita nyari bidan lain. Bidan alternatif kedua juga lagi keluar, dan kontraksiku tambah lama tambah cepet. Tapi untungnya bidan alternatif ketiga Bu Sri utari yang tinggal di kecamatan ada. Tanpa pikir panjang dan dibilang bidannya udah senior, akhirnya kita bersiap-siap pergi ke situ. Untung baju-baju bersalin sama bajuya dedek di koper yang tak siapin dari dulu belum tak pindahin ke lemari.

Jam 9.30
Durasinya tetep, cuman ini lebih sakit. Kita pergi ke bidan baru jam 9.30, karena masih nunggu mobilnya sodara. Pas turun dari mobil, kalo pas kontraksi aku dah meringis gak bisa jalan. Tapi bidannya masih santai-santai dan senyum-senyum. Udah biasa kali liat orang meringis kesakitan kayak gini. Lalu aku dipersilahkan masuk ke kamar bersalin. Liat ekspresiku kayak gitu, masih sambil senyum bidannya komentar, “Mbaknya kayaknya gak betah sakit…”. Gubrak!. Trus Ibu Bidan ngecek bukaan, katanya masih bukaan 2. Bagiku sih bukan “masih” tapi “udah”, denger bukaan 2 aja rasanya udah segerrr berarti bener mo lahiran ;). Tapi bu bidan bilang, “Ini mungkin lahirnya nanti malem kalo gak besok subuh”. Haaaahhhh, sakit kayak gini sampek besok subuh?!!, Ya Allah ampuni aku… Jadinya bu Bidan ngasih saran pulang dulu, jalan-jalan atau kalo mau tidur, harus miring ke kiri terus biar bayinya gak bingung nyari jalan lahir. Hmm jalan-jalan kayaknya bukan solusi yang tepat, meski mempercepat kelahiran. Mending pulang aja!!!!. Tapi bude masih bersikeras di situ aja, khawatir ada apa-apa. Jadinya aku milih tidur posisi ke kiri dan kaki ditekuk. Tapi rada stress juga, masa sampek besok subuh mo miring ke kiri terus :((. Sebenarnya bu bidan nyuruh kalo lagi kontraksi aku nekan kayak orang mo pupup. Tapi gak tak turuti, soalnya dari cerita salah satu narasumber mengejan itu ada waktunya ato kalo udah bukaan sempurna. Sambil nunggu progress, kang amru ijin sholat Jumat. Aku bingung juga sama sholat dhuhurku ntar, soalnya sakitnya tambah gak ketulungan. Wah salut sama salah satu Ibu yang waktu kontraksi gitu masih bisa sholat tahajud, ngaji sama minta maaf ke kerabat2 terdekat.

Jam 10.00
Bu Bidan balik lagi sehabis melayani pasiennya. Trus siap-siap masukin sarung tangan mo ngecek bukaan lagi, hiii aku langsung teriak, “Bu, nanti aja ngecek bukannya!”. La dicek bukaan rasanya gak enak. Hehe tapi bu bidan ya tetep ngecek bukaan. Lah bu Bidan agak kaget, “Lo kok cepet ya? Ini udah bukaan enam”. BUdeku langsung menyambut, “Alhamdulillah, moga-moga dikasih kemudahan”. Wah aku langsung semangat dan dengan sendirinya aku nurut sama perintah bu bidan, kalo kontraksi sambil ngejan, he he. Aku ngelirik jam, sekitar jam 10.15. Aku inget kang Amru. Hik, sedih.. bakal gak ditemani suami ni. Wah, gimana lagi, udah lupain aja dulu gak usah cengeng!.

Jam ?#$%^@
Huah kayaknya kontraksinya makin cepet dan kepengen pupupnya kerasa buanget. Tiap kontraksi budeku bisiki, “Laa hau la wala quwwata illa billah”. Kepalaku dah tuing-tuing, trus bilang bu bidan:
“Bu… saya mo telentang ya… capek miring ke kiri terus”.
“Loo jangan dulu mbak, tetep miring ke kiri nanti kalo kontraksi sambil ditarik pahanya”.
Ok Ok Ibu…
–beberapa menit
Aku dah ngelahirin, tapi ngelahirin kayak di wc hihihi. Heheh maluu, halah.
Habis itu, byur, ketubanku pecah.
“Ketubannya dah pecah. Mbak ini udah bukaan sempurna, sekarang telentang ga papa, tetep ya kalo kontraksi pahanya ditarik, kepalanya menunduk, tekan seperti mo buang air besar”.
(Alhamdulillah.., tapi tambah sakiiittt).
“Ya Allah..”
“Ayo ditekan terus, dzikirnya pelan-pelan..”
“Ayo yang, ..#$#$%$@$%@# Na, jadi wanita itu ya gitu :p, yang sabar..”. Eh ternyata kang Amru dateng! horeyyyyy!!!
Wikk, sekarang rasanya kok kontraksinya gak pake delay kayak tadi???!! Sakit terus2an!.
“Aduuhhhh, aku gak kuat!!”
Habis itu suara supporter2ku campur:
“Loh yang gak boleh gitu, ayo terus..”, “Laa hau la wala quwwata Illa billah”, “Ayo terus mbak, tarik nafas trus tekan lagi, jangan ditahan, ini kepalanya dah keliatan.. Lo lo lo jangan diangkat pantatnya”
Wah kepala dah keliatan?? Kasian anakku dong kalo ntar kesendat di hidung. Ok Ok tak usaha lagi, habis kepala, ntar yang keluar bahu, terakhir badan dan kakinya. Trus aku tarik nafas dalem2 dan ngejan sekuat-kuatnya.
“Oeeeekkkkkkkkkkkk!!!”
Supporterku barengan: “Alhamdulillah… sudah keluar, cowok”
Haahhh?? Kok udah keluar??? Ih ih, mana anakku?. Pas diangkat bidan, keliatan dari aku badannya bersih. Nah itu berkat susu kedelai loo :D. Ya, Alhamdulillah fisiknya normal. Lalu kang amru segera mengabari Ibu yang lagi di rumah sakit dan Bapak-Mamaku di Jember.

Jam 11.15
Na, kali ini aku bisa ngelirik jam lagi. Anakku lahir jam 11.15 hampir waktunya sholat Jum’at. Lalu aku senyum ke kang amru :). Setelah bu Bidan mengurus bayi dengan singkat, aku disuruh ngejan lagi buat ngeluarin ari-ari. Ohh ternyata ari-ari seperti tumpukan gajih banyak tersambung sama plasenta yang tadi dipotong dari udelnya dedek. Habis ari-ari dicuci dan dimasukkan ke guci, Bu Bidan bawa seperangkat peralatan jahit menjahit. “Ini jahitan 3″. “Buu… saya dibius aja ya bu..”. “Jangan dibius, nanti hasilnya jelek”. Ha? gak dibius takut hasilnya jelek? Maksudnya?? Biar aku ngerasain betapa sakitnya dijahit trus ati-ati jalan??. Ah ya sudah, aku pasrah .. :((

Sewaktu Bu Bidan mo jahit, aku liatin jarum jahitnya yang bengkong bakal menusuk-nusuki kulitku dan benangnya bakal ngelewati kulitku yang habis ditusuk, uh!.

Buat menghibur, kang amru ngajak liatin si dedek disebrang sana, “Tuh anak kita…”
Tapi tetep aja kerasa sakitnya, bagiku ini jauh lebih sakit daripada sederetan proses kontraksi dan ngelahirin tadi. Jadi aku teriak sekeras-kerasnya, “Sakiiitttttttt!!!!!”.

Habis beres semua, aku dipindah ke kamar pasien bersama si dedek. Dan sodara-sodaraku datang bergantian. Sorenya aku disuruh mandi sama Bu Bidan. Dengan perasaan takut-takut aku nyoba duduk dulu sambil bayangin keadaan jahitanku tadi. Akhirnya wajah sodara2ku jadi ganda semua dan tuing tuing, aku balik tidur lagi daripada ntar pingsan di kamar mandi.

-THe END-

Ya begitulah teman-teman proses kelahiran anakku Qaaf Quanta Haq Amru. Menurut sodara-sodaraku proses kelahiran Kiyu termasuk mudah banget. Ya, Alhamdulillah sejak kehamilan Kiyu tidak terlalu menyusahkan Mamanya. Terima Kasih ya Kiyu sayang…

Selamat datang anakku!

29 Januari 2007

Kiyu anakku

Menunggu Pertemuan

4 Januari 2007

Alhamdulillah Ujian Akhir Semester dah berakhir tanggal 2 kemarin, la emang cuman ujian 2 mata kuliah kok :D. Buat yang masih ujian selamat bersenang-senang :p.

Jadi apa lagi ni? Rada bingung juga di rumah gak ada yang dikerjain. Wah kayaknya aku tipe wanita produktif ni =)), soalnya kalo gak ada yang dipikir jadi gak enak. Mo sering-sering keluar naik motor, si dedek udah mulai nyundul-nyundul ke bawah. Tapi akhirnya sekarang keluar juga ke warnet dan mulai sedikit berkarya.. (mas budi, aku bukan cuma ngeblog lo :p)

Bulan ini ada banyak keinginan, salah satunya pengen ketemu sama 2 orang, si dedek sama ayahnya dedek :((. Dedek gak ketemu selama 9 bulan, ayahnya 1 bulan. Wah jadi inget dulu waktu mo nikah. Pas mendekati hari H, ada satu ujian demo proyek. Pikirku: this is the last exam! Eh eh gak taunya bapak dosen menunda jadwal demoku karna istrinya mau melahirkan nun jauh di sana. Sedikit kecewa waktu itu soalnya, ntar demonya 3 hari setelah menikah. Wak mengganggu acara bulan madu dong.. Eh sekarang aku kena batunya (rasain dukk, dirimu mo ngelahirin kakangmu jauhhhh).

Woi ya, buat mamakintan yang kemarin khawatir diriku sendirian dan komentar “jan dirimu iki sok jagoan!” tak kasih tahu: sekarang aku dah punya temen :p. Tapi sayang temenku ini gak bisa naek motor :(( jadi kurang bisa mobile.

ya sudah, semoga pertemuanku dengan 2 orang kekasihku lancar-lancar aja, amin.