1 Oktober 2007

Kiyu ini dulunya kalo nangis cuma seperlunya, seneng donk mamanya yang kayak aku gini dikasih anak yang gak rewel :D. Dibawa siapa aja okeh, tapi kalo ditinggal 5 hari trus maksud mamanya kangen-kangenan gitu eh ni anak tetep aja cuek. Tapi 3 minggu lalu si adek asisten ngelaporin:
“Kiyu pas ditinggal tadi rewel banget, lucunya dia tadi merangkak sambil nangis ke kursi komputer nyari mbak nike” atau “menggedor-gedor pintu kamar sambil ngomong ema-mah” heheh kalo yang ini kebetulan.
Setelah itu aku siap-siap ke kamar mandi sambil bawa handuk, tau gitu Kiyunya nangis lagi.
Reaksiku: “Oh anakku, kenapa jadi cengeng?” Read the rest of this entry »
Posted in Kiyu, Parenting | 5 Comments »
21 September 2007
Aku ikutan support go ASI eksklusif ah..
Untuk kiyu sendiri nilai ASI ekslusifnya 9,4
Alhamdulillah
Ini waktu yang tepat juga buat ikutan rame-ramein sadar ASI, teruntuk temen-temen tersayang yang baru terdeteksi strip dua
Hmm, sebelumnya aku ikut sedih karena beberapa teman terdekat yang kelahirannya berdekatan dengan kiyu tidak bisa memberi ASI dengan sempurna, keluarnya cuma sedikit, dan apalah daya formula jadi pilihan.
Kalo menilik bayi siapakah yang bisa meneguk ASI dengan lancar, sama konsepnya dengan rizki dan ASI sendiri juga bagian dari rizki bukan :). Tidak kebayang sebelumnya, ternyata memberi ASI aja cukup complicated. Aku pikir semudah: bayi lahir–> menangis kehausan –> ASI keluar –> bayi langsung mum mum mum. Hoo salah besar!!.
Ada sebuah proses edukasi untuk sang jabang bayi, gimana caranya mum mum, jadi hari pertama kalo ASInya langsung keluar deras, kan kasian juga, tersedak donk. Belum lagi fisik ibunya yang beradaptasi dengan ASI yang lagi produksi hebat pertama kalinya, bengkak dan kalo disenggol sakit. Yoohh ternyata…
Jadi yang tidak boleh ketinggalan persiapan matang sejak kehamilan adalah manajemen laktasi from A to Z. Dulu jujur aja, aku gak persiapan informasi tentang laktasi cuman megang idealisme mo ASI Eksklusif, nah ketika ada masalah seperti bayi kuning, aku jadi agak-agak putus asa, terutama kalo kudu debat sama sodara-sodara atau bidan yang menyarankan dibantu formula dan memberi ancaman ini itu. Mo debat kalo gak punya landasan teori yang kuat gimana, ihh aku bener-bener stresss. Setelah nanya sama mamakintan dan mamanya alin yang udah pengalaman plus support dari suami, jadi percaya diri deh. Wah ASI tuh mahal ternyata, Subhanallah.
OK, selamat nenenin dedek calon ibu-ibu 
Posted in Parenting, Kelahiran | 7 Comments »
16 September 2007

Kurengkuh kedua tangan kecil namun gagah ini
terselip doa disetiap menciumnya
Bangunlah sekuat dan sekokoh bahu ayah, anakku
yang bak gunung tak pernah runtuh
dan tak terdera petir
Mama yang selalu cinta 
Posted in Kiyu, Keluarga, Sajak | 9 Comments »
22 Agustus 2007
Hari Minggu kemarin aku baru pulang dari Jember, kampung halamanku.. untuk urusan mengenalkan Kiyu sama kasih sayang kakek nenek dan sodara2 lainnya , dan karena suatu hal, bulan ini bulan yang paling lama (selama 3 minggu). Biasalah kalo lagi di kampung gini, fasilitas yang dipake sehari-hari di Surabaya jadi terbatas dan 3 minggu ini aku pake buat eksperimen mendidik anak. Sebelumnya aku dah mengalami sedikit perbaikan setelah sebulan di Madiun (kampung halaman suami) dan belajar dari model pengasuhan mbah Mama (mbahnya Kiyu yg masih muda) sama ponakan-ponakannya. Di Jember kebetulan ada 4 anak kecil, dan sebagai obyek penelitan adekku yang paling buntut, cewek, umurnya 2,3 tahun. Dari pengalaman bermain sama adekku, ini niii daftar yang kudu diperbaiki lagi:
Memperkenalkan Tauhid
Di lingkunganku pendidikan di rumah lebih banyak dari sisi moralnya dan dibiarkan menikmati bermain, lain-lainnya di serahkan di sekolah dan TPA. Aku pengen juga si ngerasain dapet pertanyaan seputar aqidah dari anak-anak. Cuman untuk anak yg belum ditanamkan makna beragama, mulai darimana ya? Aku coba dengan doa dulu:
MamaNike: “Bobok sama adek Kiyu yok..! Adek Kiyu kalo mo bobok berdoa, gini ni.. Bismillahirrahmanirrahim, Bismikallahumma ahya wa bismika amut”
Adek: “Aku, aku, aku..!!” (Kebiasaan suka ngerebut, tp dia bisanya masih Basmallah, jadinya-> “Bismillahirrahmanirrahim, Bis..mill..lahirrahmanirrahim” 
Read the rest of this entry »
Posted in Parenting, Aku | 7 Comments »
17 Juni 2007
Doktor Cilik hafal dan paham Al-Quran
oleh Dina Y. Sulaeman
Penerbit: Pustaka IIMaN (Maret 2007)
220 halaman
Eh ya aku dah lamaa gak beli buku, ini aja yang beli kang Amru 2 bulan yang lalu. Buku yang menarik dan ditulis dengan gaya bahasa ringan dan mengalir. Aku baca buku ini sambil diselingi pekerjaan lain langsung tuntas sekitar 2 jam. Buku ini juga menjawab hampir semua pertanyaan pembaca tentang si Doktor Cilik.
Pernah tahu sosok Husein Tabataba’i? Seorang teman yang aku tunjukkan buku ini ternyata pernah nonton CD tentang Husein yang berasal dari Iran ini 4 tahunan lalu. Husein yang disebut-sebut sebagai Mukjizat abad 20 ini memang sudah tenar sejak umurnya 5 tahun dan dikukuhkan sebagai Doctor Honoris Causa berdasarkan test dengan nilai 93 di usianya yang 7 tahun pada tahun 1998 di Hijaz College Islamic University Birmingham Inggris. Husein hafal sekaligus paham dan dapat menjelaskan maknanya ke dalam bahasa Ibu (Persia) serta bisa bercakap-cakap dengan ayat Al-Quran. Berikut petikannya:
P : Engkau memiliki berapa orang paman?
H : “Sudah sampaikanlah kepadamu kisah Musa” (QS 79:15) dan “Muhammad itu adalah utusan Allah” (QS 48:29)
Maksudnya Husein punya 2 paman, namanya Musa dan Muhammad
P : Jika manusia tua, apa yang akan terjadi padanya?
H : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian” (QS 36:68) “Kepalaku telah ditumbuhi uban” (QS 19:4)
Maksudnya orang yang sudah tua perilakunya akan kembali seperti anak-anak dan dikepalanya akan tumbuh uban.
Read the rest of this entry »
Posted in Resensi | 2 Comments »
17 Juni 2007
Memperkenalkan, blog theme baru…
___
telp: tulilut tulilut
temen1: “hai ke’, mana makan2-nya?? selamat ya!!”
nike: (waduh selamat apaan ni? wah status proposal TA ku dah di ACC kali ‘_’, wii asik-asik-asik)
temen1: “kamu kan ulang tahun..”
nike: (gubrak!) “wakakaka gak sekarang, besokkkk! kasiannn deh :p”
besoknya
telp: tulilut tulilut
temen2: “selamat ulang tahun ya..”
nike: “hahahha, na sekarang baru bener!!!” — “loh ini bukan temen1 to?”
…
lalu pergilah aku ke kamar.
(yoh masih bobok!)
Read the rest of this entry »
Posted in Aku | 2 Comments »
28 Mei 2007

Heeyyy ketemu lagi sama kiyu!
Posted in Keluarga | 4 Comments »
27 Mei 2007
—ditujukan buat yang sedang berburu teman setia ^_^—
Taaruf secara harfiah diartikan sebagai perkenalan. Taaruf yang akan saya obrolkan dalam tulisan ini adalah perkenalan menuju pernikahan. Perkenalan sebagaimana perkenalan dalam pertemanan adalah sebuah pembukaan dalam berteman. Pembukaan berarti belum melakukan berteman. Bisa jadi setelah asl/pls (hahaha pembukaan chatting ala bahulak :D)Â karna gak tertarik ya gak jadi berteman. Jadi kalo selama taaruf sudah mencicipi apa yang ada dalam pernikahan berarti sudah bukan masuk kategori taaruf lagi.
Metode taaruf secara islami yang saya pahami yaitu mencari tahu kepribadian calon pasangan dengan memasang detektif-detektif untuk mengorek informasi dari orang-orang terdekatnya. Dari cerita beberapa keluarga yang sukses dengan metode ini mengaku metode tersebut lebih efektif (sori ya, tidak diteliti secara ilmiah, ceileee..) daripada mengorek langsung pada orangnya karena:
1. perasaan cinta seringkali muncul terlalu awal meski sudah menyadari bahwa dia bukan orang yang tepat untuknya sehingga mekso untuk tetap memilih dia
2. sulit sekali bagi orang lain untuk melalukan pengakuan dosa saat ini di depan orang lain, kecuali mengakui dosa yang lalu-lalu.
Dulu seorang teman yang ingin menggunakan metode taaruf, jadi bingung daftar pertanyaan apa yang harus saya titipkan kepada detektif saya agar pertanyaan tersebut mengena dan mewakili seluruh informasi yang seharusnya saya peroleh. Read the rest of this entry »
Posted in Sekitar Kita | 2 Comments »
27 Mei 2007
Aku nulis draftnya waktu awal mei dulu, tapi ga papa lah tak post sekarang alih-alih buat dokumentasi pribadi juga:
Di Metro tv design and decor hari Minggu tanggal 29 April, ternyata di Indonesia ada sekolah yang menghargai perbedaan kecerdasan anak. Cuman gak jelas nama sekolahnya apa, dan lokasinya di mana soalnya ane ngantuk berat di awal nonton. Di sekolah tersebut yang menjadi bahasan utama adalah sekolah untuk anak prasekolah. Sebenarnya ekolahnya sendiri didesign untuk anak pra sekolah sampai SMU, tetapi mendesain gedungnya menggunakan konsep puzzle… (sori lupa). Jadi setiap masa transisi seperti SD, SMP dan SMU didesign sangat berbeda meskipun berada dalam satu lokasi. Inti dari desainnya adalah agar anak betah dan tidak bosan berada di situ selama 15 tahun. Bagi anak pra sekolah, tempatnya dibuat banyak sesi, untuk seni, logic, bahasa, multimedia, ada koleksi reptil dan jenis hewan lain agar siswa mengetahui langsung prilaku hewan, dan lain-lain pokoknya lengkap deh. Sehingga yang paling penting menurut ownernya anak-anak bisa memutuskan sendiri aku senang yang mana??. Ada kamar mandi yang didesain sedemikian rupa untuk toilet training anak-anak.
Kursi-kursi belajar di sana kebanyakan dibuat dalam bentuk melingkar, nah bukan sistem kelas dengan guru diktator bukan? Pada beberapa kelas dinding sekeliling kelas didominasi oleh kaca, sehingga siswa tidak stuck dan lebih fresh karena sekelilingnya terlihat tumbuh-tumbuhan yang menghijau.
Tips dari salah satu pendidik pra sekolah di sana adalah: Sediakan sebanyak mungkin mainan buat anak baik yang sudah jadi atau barang bekas yang dapat dieksplorasi oleh anak. Misalnya botol plastik, sedotan meski sederhana tetapi bentuknya lentur dan anak-anak bebas mengeksplorasi untuk dibuat bunga misalnya, dan lain-lain. Warna-warna untuk peralatan seperti kursi, meja, lemari mainan, beri warna kuning dan biru untuk ketenangan, abu-abu untuk konsentrasi. lantai juga tidak dibuat monoton putih semua, tetapi diselingi beberapa lantai warna abu-abu dengan model petak abu-abu yang tidak sama dengan petak di lantai bagian lain.
Naah, milih sekolah yang pro multiple intelligence seperti ini atau homeschool?
Posted in Parenting | 1 Comment »
27 Mei 2007
Percakapan iseng dahulu sebelum punya kiyu:
Pa’e: Kayaknya enakan diajari sendiri di rumah, sekolah kan cuman formalitas
Mama: (O ow… aku kan orangnya gak bisa konsisten, ntar bukannya menyediakan lingkungan edukasi yang kondusif dan santai malah jadi sama-sama malas-malasan wakakaka) Homeschooling ya? Bagus sih, cuman anak juga butuh sosialisasi dengan teman-temannya. Tapi eh, di good morning trans tv kemaren banyak anak-anak istimewa dengan perhatian di rumah mereka sendiri. Atau mengamati anak-anak SD seperti ini:
tanya: Gimana jadi kelas 1 SD kelasnya menyenangkan?
anak1: Huuu sebel, aku gak bisa (sudah lupa) kalo disuruh ngeja lagi tulisan 1 per 1. Soalnya aku dah bisa baca. Jadinya nilai membacaku jelek :(.
anak2: Aku gak suka baca ini budi, ini ani, ini ibu budi, aku senengan baca tulisan yang banyak!
tanya: (pada kelas 5 SD). Gimana sekolahmu?
anak3: Guruku sering ninggalin kelas kalo pagi. Biasanya ibu-ibu guru kalo pagi ada acara masak bersama di dapur sekolah. (Lah..)
Habis itu baca tema homeschooling di mamakintan, trus gak sengaja baca majalah PKPU jadul tahun 2005
bu Neno Warisman memaparkan tentang homeschooling yang menurut beliau pada tahun segitu beliau hanya mampu menerapkan semi homeschooling Read the rest of this entry »
Posted in Parenting | 3 Comments »