Mau homeschool anakku?

Percakapan iseng dahulu sebelum punya kiyu:
Pa’e: Kayaknya enakan diajari sendiri di rumah, sekolah kan cuman formalitas
Mama: (O ow… aku kan orangnya gak bisa konsisten, ntar bukannya menyediakan lingkungan edukasi yang kondusif dan santai malah jadi sama-sama malas-malasan wakakaka) Homeschooling ya? Bagus sih, cuman anak juga butuh sosialisasi dengan teman-temannya. Tapi eh, di good morning trans tv kemaren banyak anak-anak istimewa dengan perhatian di rumah mereka sendiri. Atau mengamati anak-anak SD seperti ini:

tanya: Gimana jadi kelas 1 SD kelasnya menyenangkan?
anak1: Huuu sebel, aku gak bisa (sudah lupa) kalo disuruh ngeja lagi tulisan 1 per 1. Soalnya aku dah bisa baca. Jadinya nilai membacaku jelek :(.
anak2: Aku gak suka baca ini budi, ini ani, ini ibu budi, aku senengan baca tulisan yang banyak!
tanya: (pada kelas 5 SD). Gimana sekolahmu?
anak3: Guruku sering ninggalin kelas kalo pagi. Biasanya ibu-ibu guru kalo pagi ada acara masak bersama di dapur sekolah. (Lah..)

Habis itu baca tema homeschooling di mamakintan, trus gak sengaja baca majalah PKPU jadul tahun 2005 :D bu Neno Warisman memaparkan tentang homeschooling yang menurut beliau pada tahun segitu beliau hanya mampu menerapkan semi homeschooling karena belum ada standarisasi dari pemerintah untuk sistem homeschooling. Trus aku mulai ngeblog… tapi merasa bersalah kalo cuap-cuap dulu tanpa banyak baca soalnya ini tema yang sudah lama menghangat di kalangan orang tua Indonesia terbukti setelah sedikit melihat ke sana kemari di internet tentunya.

Naaahh, seperti biasa blogger tu jadi hobi banget komentar dan pendapat, akhirnya aku ingin komentar dulu :D selama proses mengikuti praktek homeschooling. Kalo memang sudah ada pengakuan kurikulum homeschooling oleh pemerintah, orangtua yang yakin dengan kualitas homeschooling (misal mengeksplor kemampuan secara mandiri di rumah dan mengikuti kursus atau club pada bidang-bidang yang hanya diminati untuk menstimulasi sosialnya), tapi ortu sebaiknya tidak serta merta memutuskan anaknya menggunakan sistem fully homeschooling. Karena belum tentu satu anak nyaman dengan sistem tersebut siapa tahu dia lebih senang dengan sistem konvensional yang cenderung teratur terutama dari sisi jadwal belajar maupun aktivitas lainnya contoh bangga menjadi paskibraka, karena pada dasarnya dia menikmati segala sesuatu yang disipliner atau semi militer. Atau mengikuti pendidikan formal membuat dia lebih banyak bereksplorasi, tidak bosan dan berpengalaman dengan mentor yang berbeda daripada 70% dimentori hanya orang tuanya sendiri?. Yaaa baiknya mengobservasi pada masing-masing anak dulu.

3 Komentar untuk “Mau homeschool anakku?”

  1. 1

    Homeschool tidak harus mengajari sendiri bukan? Kan bisa mendatangkan seorang guru.

  2. 2

    HS buat aku? first thing first, mamanya ini musti lulus kuliah dulu! hahaha…

  3. 3

    ikut nimbrung nich….
    HS memang pilihan bagus untuk kondisi pendidikan kita sekarang ini …
    ngomong-ngomong bahan ajar untuk matematika saya punya referensi yang lumayan . Bagus untuk pengajaran anak sekolah dasar…..

    Ada juga software matematika yang bagus ..gratis lagi…..
    bisa bapak ibu download di sini….
    http://www.merrymaths.com/softwaregratisan.php

    nuhun ……

    papayasmin

Beri Komentar