Menulis baku

Niat ingsun menulis blog dulu, inginnya melatih menulis dengan gaya bercerita yang mengalir dan menggunakan bahasa baku atau bahasa yang layak jual. Maksudnya begini, meskipun kita menulis cerpen atau novel yang sering menggunakan bahasa sehari-hari, menurut mbak Helvy sang penulis buku religi remaja, tulisan narasi atau tulisan di luar bahasa percakapan tetap ditulis baku.

Awalnya si cukup bisa jalan, tapi lama-lama … keluar sendiri deh yang gak baku-gak baku kayak kalimat ini :D.

2 Komentar untuk “Menulis baku”

  1. 1

    Wuih, hebat mbak ini, sekali nulis langsung 4 postingan…
    nb: maap komennya nggak baku :D

  2. 2

    wah aku malah ndak kebayang tuh ngebaca tulisan yang bener-bener baku… mana ekspresinyaaaa???!! hihihi *_*

Beri Komentar