Arsip bulan Juni, 2006

Warna-warni

23 Juni 2006

Busy & get bored– mode on
Like pikachu and another friends, lagi sibuk :).
Aku punya kabar bahagia di akhir bulan tapi kudu nyelesaiin banyak kewajiban. Pahitnya sekarang sedang bosan menyelesaikan satu per satu kewajiban, seperti orang sakit yang tidak suka makan. Tapi mau tidak mau, suka tidak suka (hihi niru dosen **) harus makan :p. Aku… pengennya cepet-cepet akhir bulan, tapi eh semakin mendekati akhir bulan, semakin mendekati demo akhir Database Developer :D.

Bola oh Bola
Perbincangan di lift sepulang kuliah Rabu malam:
temen: bla bla bla
nike: “kenapa mas kok sampek flu dan keliatan capek gitu? wuih kliatannya rajin ngerjain tugas ya??”
temen:”ya itu mbak, bagi-bagi melek ngerjain tugas sama nonton bola”
nike: :D (kasian de kamu).

Baby born
babynya_vita.jpgBuat temen-temen kampus yang kangen sama jeng vita teman karibku yang ngilang 1 semester, ni tak kasih foto hasil perjuangan dia selama 1 semester :D.
Fotonya tak ambil dari milis alumni SMUku, kiriman dari jeng ike :).
InsyaAllah Agustus ini vita will come back to Surabaya. Silahkan maen ke Ketintang temen-temen, buat godain si kecil :).

Kelulusan SMU
Kabar mula-mula, aku nonton berita di Trans TV terjadi kebocoran soal dan guru membantu mengerjakan dan membenahi jawaban siswa. Selanjutnya berita aneh-aneh lain bermunculan. Kebetulan 2 adikku sedang mengalami pekan ujian aneh ini yang satu kelas 3 SMU, yang satu kelas 6 SD. Ya ya, nilai ujian seperti gaji. Idealis gak mata duitan/mata nilaian, yaa… agak tersandung-sandung juga jalan kita.
Lumpur, banjir bandang dan gempa maning
———- Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Menasehati dengan ramah

8 Juni 2006

Seringkali pesan yang baik jika disampaikan dengan cara-cara otoriter, sok benar, dan wajah surem begitu akan ditanggapi dengan dongkol. Paling mentok, akan dituruti setelah delay beberapa waktu alias kepala dingin. Seperti yang ditulis de ja vu :).

Tapi terkadang aku juga alpa, menulis di blog atau bicara yang membuat orang lain tidak enak–maaf yaaahh.  Tidak seperti pemilik yayasan panti asuhan yang diceritakan di majalah Yatim. Ada donatur yang ingin menjadi donatur aktif di panti asuhan tersebut. Tapi donatur ini agak malu dan ragu untuk mulai menyumbang karena harta nya hasil dari rumah bordil miliknya!. Ketika disampaikan pada pemilik yayasan, beliaunya berkata: “Tidak apa-apa ibu asal ibu ikhlas. Ya kalo bisa dari harta yang halal :)”. Ibu ini senang karena niat baiknya disambut hangat. Lama-kelamaan, ibu ini sungkan juga, akhirnya berusaha melepas rumah bordil dan tetap menjadi donatur dengan harta yang halal. Alhamdulillah…

Coba pemilik yayasan tadi langsung mengutuk Ibu ini seperti: “Maaf Ibu,  harta yang disumbangkan itu harus dari jalan yang halal. Karena jika di makan oleh anak-anak yatim akan membawa kemudharatan, bla bla bla”. Mungkin Ibu tadi akan benar-benar kecewa dan sulit memulai untuk berbuat kebaikan.

Pesanan yang sering error

8 Juni 2006

Berkat telkom flexy *wik ngiklan*, warung-warung banyak yang menyediakan delivery system. Tinggal pesan lewat telfon makanan siap diantar, seperti warung dekat kantorku :). Teman-teman kantor sering pesan untuk sarapan. Tapi ya gitu teknologi mendukung, operatornya yang nggak :p. Pesan nasi mi telur 2, lodeh ayam 1, dikasihnya kebalik mi telur 1, lodeh ayam 2 :(. Kadang malah fatal, dikasih kebanyakan :D. Tapi ya.. karena nensi yang pesan baik hati :), jadi ya oke lah.. makasih bang, sudah dianter :D.

Pamali vs Keimanan

7 Juni 2006

Pamali adalah sebuah larangan untuk melakukan atau mengucapkan sesuatu yang berakibat buruk bagi diri dan lingkungannya jika dilanggar biasanya berhubungan dengan rizki, jodoh, keturunan dan keselamatan. Tetapi tidak ada alasan yang jelas hubungan antara larangan dengan akibatnya :). Pamali yang klise tentu saja sudah tidak banyak dianut lagi, misalnya gadis dilarang duduk dipintu karena blablabla.

Tapi siapa bilang orang-orang sekarang yang katanya lebih senang berpikir logis, ternyata masih takut pada pamali. Mungkin pamalinya dibentuk oleh orang-orang jaman sekarang yang bahasanya berbeda. Ingat-ingat deh, teman-teman anda atau bahkan diri anda sekarang kebanyakan masih takut pada pamali. HOAX? Hoax yang buntutnya mengancam berlebihan biasanya berhubungan dengan keselamatan, juga bagian dari pamali. Tapi masih banyak yang ngeforward bertahun-tahun tuh, hehe.

Di sini membandingkan antara pamali dengan hukum, bahwa pamali jauh lebih ampuh dibanding dengan hukum :p. Jika ditelusuri alasan dibalik pamali, memang ada pesan-pesan moral di dalamnya. Tapi pamali berakibat pada iman yang kerdil. Kita jadi takut yang bukan pada tempatnya. Padahal segala kejadian di esok hari hanya Dia lah penentunya.

Kenapa si, melarang sesuatu harus memberi ancaman yang berlebihan? Jadi bebaskan diri kita dari ketakutan pada pamali :).