Mundur itu perlu

Depressed business man

Sewaktu SMA dulu dapat doktrin dari salah satu guru pelajaran apa ya.. lupa, pokoknya merangkap macem-macem pelajaran deh, Mr Anton ;), begini: “Kalo kalian nanti di tempat kerja diminta mengerjakan apapun(yang berelasi dengan IT) apalagi kalian baru usahakan untuk bilang ‘Ya, Saya coba Pak!’”. Doktrin ini bener-bener nyangkut dimemoriku dan temen-temen kebanyakan, jadi gak heran kalo kinerjanya bagus(uhuk uhuk, duluuu :p).

Gak cuma sewaktu kerja, diurusan lainpun jadi terbiasa untuk “ngoyo” memasang yel-yel dalam diri “Ayoo kamu bisa!!!”. Sukses? 90% Iya karena usaha donk…, tapi lambat-laun ada yang terasa pincang atau tidak imbang dalam diri kita.

Kekacauan dalam salah satu kehidupan seseorang karena dia mementingkan salah satu “urusan” dengan berlebihan. Maka ada hukum pareto yang mengkotak-kotakkan urusan tadi dalam urutan prioritas. Jadi boleh jadi kita tetap fokus pada urusan tersebut karena urgent, boleh juga mempertahankan urusan tadi tapi tidak terlalu fokus, atau bahkan meniadakan urusan tadi dalam artian mundur! hi hi hi.

Jadi kata mundur itu bukan berarti kita menjadi seorang looser teman, tapi meniadakan atau menunda salah satu urusan untuk menjadi the winner ;). Appreciate to my friend, yang waktu itu jadi ketua tim malah bilang mundur, ternyata keputusanmu brilliant juga ;). Contoh lain mundur yang positif, temen-temen yang gak nerusin salah satu mata kuliah setelah UTS, karena menurut perhitungannya gak cukup meski nilai UASnya dapet 100 :p. Mungkin bagi yang idealis dengan “kuliah gak buta sama nilai” bakal protes, tapi bagi dia waktunya yang sedikit lebih baik dialokasikan untuk proyek mata kuliah lain.

Mundur? Why not? Dan… sepertinya beberapa aktifitas bakal aku coret dari daftar hidupku. Hehehe, semoga gak kebiasaan memutuskan mundur! ^_^v.

8 Komentar untuk “Mundur itu perlu”

  1. 1

    ya.. asal jangan mundur ngeblog aja…

    –budiw

  2. 2

    “Kunduran truk” -> boso Jowo, apa sama dengan “kemunduran truk” kalo dalam basa Indonesia ya…

    Tanya kenapa??? (^_^)v

  3. 3

    #budiw: ya donk ;), soalnya masih dirasa belum ganggu malah menyenangkan :D :D

    #Ho: :D:D, ho ra nyambung :p

  4. 4

    Teman-teman bilang orang yang bijak bukan orang yang tau kapan waktunya maju ke depan. Tapi juga tau kapan waktunya mundur, berhenti, dan beristirahat.
    Tanya kenapa???

  5. 5

    Aku tidak suka tulisan ini, kubaca di saat yang tidak tepat :(

  6. 6

    =))

    emang napa bung? :p kali aja jalan pikiranku ada yg perlu dilurusin? ;)

  7. 7

    pak duty ya?

    mundur selangkah untuk maju 1000 langkah [pepatah cina kalo gak salah]

  8. 8

    he eh pak duty :D

Beri Komentar