Memanfaatkan yang ada
Kemarin sore waktu mindah-mindahin channel TV, mampir sebentar ke acara Cornelia mencari bintang Pantene. Waktu itu ajang unjuk kebolehan di dapur, yang dikompetisikan membuat nasi goreng. Wow, keren juga untung aku gak ikutan kontes itu
. Pemenangnya kalo gak salah Mutia. Menurut jurinya, selain cara penyajian dan rasanya, Mutia pinter dalam membeli bahan yang cukup dan hemat, jadi bahannya tidak kurang dan tidak berlebih, juga Mutia paling kreatif memanfaatkan barang yang ada, untuk mememarkan salah satu bumbu karena gak ada apa itu ya namanya uleg2 he he… Mutia mencincang bahan itu trus ditumbuk pake pangkalnya pisau.
Di channel yang lain ada acaranya Aa Gym, wejangan dari Aa Gym waktu itu tentang pemimpin yang handal dengan menganalogikan seorang nahkoda kapal. Jika ingin menjadi nahkoda yang handal, manfaatkan aja kondisi yang ada seperti tragedi-tragedi akhir-akhir ini untuk menguji apakah kita bisa menjadi nahkoda yang handal? Karena nahkoda tidak disebut handal jika dia mengemudikan kapal yang airnya tenang dan kedalamannya hanya 1/2 meter, ya elah contohnya kebangeten
.
Pindah channel lagi, berita tentang orang-orang yang berada di camp pengungsian akibat bencana banjir bandang. Apapun keadaannya Tuhan menakdirkan mereka tetap exist di dunia, ya .. semalem ada berita yang lucu sampek-sampek pembawa beritanya sedikit menahan ketawa sewaktu membawakan berita, dan berita itu mempertajam kesimpulan bahwa kita harus kreatif memanfaatkan yang ada.
Manusia yang kurang bisa memanfaatkan yang ada, selalu merasa kekurangan dan gelisah terus-menerus. Seandainya dan seandainya melulu. Enyahkan aja kalimat itu sedikit-sedikit dari benak, ganti dengan kalimat “dengan adanya seperti ini, aku bisa melakukan dan menghasilkan apa?”
.