L-a-l-a-i
23 Januari 2006
Pernah sekali lalai
begitu tersentak!
dan menjerit: aku tidak akan mengulangi lagi!!!
Semakin lama aku kalah
Bertumpuk kelalaian kubiarkan
Mau minta maaf
rasanya malu
ampun!
Pernah sekali lalai
begitu tersentak!
dan menjerit: aku tidak akan mengulangi lagi!!!
Semakin lama aku kalah
Bertumpuk kelalaian kubiarkan
Mau minta maaf
rasanya malu
ampun!
Kemarin sore waktu mindah-mindahin channel TV, mampir sebentar ke acara Cornelia mencari bintang Pantene. Waktu itu ajang unjuk kebolehan di dapur, yang dikompetisikan membuat nasi goreng. Wow, keren juga untung aku gak ikutan kontes itu
. Pemenangnya kalo gak salah Mutia. Menurut jurinya, selain cara penyajian dan rasanya, Mutia pinter dalam membeli bahan yang cukup dan hemat, jadi bahannya tidak kurang dan tidak berlebih, juga Mutia paling kreatif memanfaatkan barang yang ada, untuk mememarkan salah satu bumbu karena gak ada apa itu ya namanya uleg2 he he… Mutia mencincang bahan itu trus ditumbuk pake pangkalnya pisau.
Di channel yang lain ada acaranya Aa Gym, wejangan dari Aa Gym waktu itu tentang pemimpin yang handal dengan menganalogikan seorang nahkoda kapal. Jika ingin menjadi nahkoda yang handal, manfaatkan aja kondisi yang ada seperti tragedi-tragedi akhir-akhir ini untuk menguji apakah kita bisa menjadi nahkoda yang handal? Karena nahkoda tidak disebut handal jika dia mengemudikan kapal yang airnya tenang dan kedalamannya hanya 1/2 meter, ya elah contohnya kebangeten
.
Pindah channel lagi, berita tentang orang-orang yang berada di camp pengungsian akibat bencana banjir bandang. Apapun keadaannya Tuhan menakdirkan mereka tetap exist di dunia, ya .. semalem ada berita yang lucu sampek-sampek pembawa beritanya sedikit menahan ketawa sewaktu membawakan berita, dan berita itu mempertajam kesimpulan bahwa kita harus kreatif memanfaatkan yang ada.
Manusia yang kurang bisa memanfaatkan yang ada, selalu merasa kekurangan dan gelisah terus-menerus. Seandainya dan seandainya melulu. Enyahkan aja kalimat itu sedikit-sedikit dari benak, ganti dengan kalimat “dengan adanya seperti ini, aku bisa melakukan dan menghasilkan apa?”
.
Seekor induk burung terbang melanglang buana dan kembali ketika mendapatkan sesuatu untuk memberi makan anak-anaknya
I like this, aku suka melanglang buana dan tidak menyenangi aktivitas rumahan sejak kecil. Alasan sederhana, karena diwaktu kecil nenekku tidak bisa tinggal diam melihat cucunya nggak bersih-bersih, hmmm adaaaa aja yang harus dibersihin jadi mending kabur
. Beranjak dewasa, aku tidak suka berlama-lama di rumah karena rumah membuatku tidur berkepanjangan.
Tapi dibalik aktivitas yang ada aja dari sekedar maen-maen sampe aktivitas nggak maen-maen, aku ingin seperti Khalifah Umar bin Khattab dengan pernyataannya:
Jika aku tidur di siang hari maka aku akan menelantarkan rakyatku jika tidur di malam hari maka aku akan menelantarkan diriku
Maksudnya, beliau tidurnya cuma sebentar, siang hari mengurusi rakyatnya malam hari sibuk beribadah untuk menyirami ruhaninya. Hee, masih dalam keinginan. Aku kadang kurang tidur, tapi gak jarang juga kebanyakan tidur :p. Tidak seperti teman lamaku yang udah banyak berbuat
.
Bad effect dari ketidaksenangan berada di rumah, seperti aku di tempat kostku dimana cuman buat mampir tidur seperti teman kostku yang lain di lantai bawah. Sedang teman di lantai atas kebanyakan kuliah saja dan cukup kompak. Ditambah lagi semua aktivitasku di luar rumah tidak ada yang sama dengan teman-teman penghuni kost. Jadinya jarang ketemu. Aku biasanya ikut nimbrung kalo lagi pengen nonton TV atau ada acara-acara istimewa seperti makan bersama
. 2 hari yang lalu, sewaktu mempersiapkan UAS kamarku diselumuti hawa yang meninabobokkan akhirnya aku naik ke lantai atas, dan terjadi dialog seperti ini:
nike : “Kok aku gak pernah keliatan mas pri ya?”
teman1: “Lo mas pri kan dah keluar…. dia dah lulus kuliah lalu pulang ke kampung halaman”
nike: “Wik?! Dah keluar? Oooo sekitar 2 bulan yang lalu ya?”
teman1: “Laaahh, udah lama kok, kayaknya sehabis lebaran tahun kemarin”
nike: “Hahhhhhhh, dah lama?! Heheh sebenarnya aku dah bertanya-tanya sejak dulu kok tapi gak tak ungkapin
”
teman2:”Halah halah… nike kuper deh :p”
Should I change this? Mengurangi kegiatan di luar rumah dan menikmati aktivitas di rumah. Hehe jadi tidur terus donk, terus jadi tambah endut donk. Ya, everything must be balanced!. Tidak perlu pusing-pusing merubah pola hidup, hanya diperbaiki lagi kualitas silaturrahmi dengan orang rumah
.
Sebagai pembuka read this.
Kalo males baca, intinya seperti ini:
Pernah dengar NII, Ikhwanul Muslimin Indonesia, Hizbut Tahrir, dll? Aku pernah mengikuti salah satu dari jamaah ini, 80% topik pembicaraan permasalahan politik, wik aku yang miskin ilmu agama mundur perlahan-lahan dan memutuskan bergabung dengan majelis ilmu yang lain. Ternyata setelah membaca jawaban dari konsultasi ini =)), memang sebuah harakah semacam yang disebutkan di atas tujuan utamanya “kepentingan” politik Islam, mengenai ilmunya hanya sebagai bumbu-bumbunya saja malah di artikel itu disarankan sebaiknya belajar khusus ke Al-Ahzar
.
Keberadaan mereka juga penting sebuah organisasi tempat bersama-bersama memperjuangkan sebuah syariat, bukan sekedar jamaah yang dituding teroris seperti sekarang. Mungkin yang kurang tepat, anggota-anggotanya yang kadar ilmunya semacam aku yang ingin totalitas dalam organisasi tersebut, terlalu semangat mendakwahi orang tetapi kurang ilmu. Dan ini yang dijadikan bahan ejekan oleh beberapa teman maya yang sedang belajar di Al-Ahzar. Ah, mereka juga berlebihan, aku tidak suka cara mereka mengejek.
Akhir kata, mengikuti sebuah organisasi semacam ini penting, dimana kita bisa bertemu teman-teman yang mempunyai visi yang sama dan bisa saling mengevaluasi kadar keimanan kita. Hanya lebih baik untuk tidak terlalu fanatis, karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik
, evaluasi kembali tujuan visi dan misi organisasi dengan visi misi kita, jadi gak asal ngikut
. Ato seperti beberapa teman karibku yang mengikuti banyak organisasi sehingga tidak terkungkung ato fanatis pada salah satu dari mereka dan tidak menyebabkan fenomena peserta-peserta harakah yang terkotak-kotak karena nama organisasinya terlalu melekat pada dirinya.
Shalahuddin Al-Ayyubi
Sang Pejuang Islam
Muhammad ash-Shayim
Gema Insani Press
73 halaman
______________________
Salah satu agenda kajian di forum kecil ku yang disebut dengan liqoah, yaitu bedah buku. Minggu kemarin giliranku menjadi pembicara bedah buku. Karena waktuku cuman dikit, kebanyakan ribut dengan tugas-tugas kuliah, jadinya nyari buku tipis-tipis aja yang bisa dibaca 30 menit sampe 1 jam. Akhirnya kutemukan kembali bukuku yang lamaaaaaaa gak tak baca, ya ini cerita sang panglima besar di dienku.
Ringkasnya seperti ini, Shalahuddin yang mempunyai nama asli Abul Muzaffar Yusuf bin Najmuddin bin Ayyub bin Syaadi lahir di Utara Irak, Tekrit pada tahun 1137 M dan meninggal pada tahun 1192 M di Damaskus. Beliau dibesarkan di lingkungan yang mempuyai jiwa pemimpin dan panglima perang yang hebat, diantaranya ayahnya sendiri, paman dan teman dari ayahnya tempat beliau ‘nunut’ tinggal akibat pemberhentian kekuasaan ayahnya sepihak oleh penguasa negaranya pada saat itu. Sekali lagi, memang lingkungan amat berpengaruh terhadap pembentukan pribadi.
Apa saja yang menarik dari perjalanan hidup beliau yang berakhir ceritanya sampai di usia 55 tahun? Melakukan sesuatu yang berarti sejak dini, pada usia 16 tahun sudah ikut menjadi pejuang, usia 25 ikut serta menundukkan Daulah Fathimiyah dan berhasil, hingga pada usia 33 tahun telah dipercaya menjadi Sultan di Mesir!. Setelah itu, beliau banyak mencurahkan perhatiannya pada peperangan2, salah satu perang terbesar yang berhasil dimenangkan olehnya karena strateginya yang bagus yaitu Perang Salib. Hingga penulis buku tersebut di akhir halaman menyebutkan bahwa penulis merindukan sosok Shalahuddin yang mampu menyatukan dan mengerahkan pasukan jihad utnuk membebaskan kembali Baitul Maqdis yang sampai sekarang diselimuti oleh peperangan tiada henti.
Yang aku suka dari sosok Shalahuddin adalah ketegasan beliau seperti Umar bin Khattab, seperti pernyatannya yang seperti ini:
Ia pun segera mengambil pedangnya dan berkata, “Hai pengkhianat, bukankah aku telah memperingatkan kamu berkali-kali? Karena itu balasanmu saat ini adalah hukum mati” Shalahuddin kemudian segera menusukkan pedangnya dan membunuh pengkhianat itu
Eit, bijaklah membaca kalimat ini ya, jangan lupa konteks kalimatnya di kondisi seperti apa
. Tapi disisi lain berhati lembut tidak totalitas membenci terhadap suatu kaum.
Hal berarti lainnya yang telah dilakukan oleh Shalahudin selama pemerintahannya yaitu, lebih perhatian terhadap majelis keilmuan dengan banyak mendirikan sekolah, institut dan universitas. Lalu kekurangannya? Ditulis dalam buku ini bahwa Shalahuddin menerapkan sistem feodalisme dalam perekonomiannya, ya.. Shalahuddin juga manusia
.
Kesimpulannya: bisakah kita menjadi sosok yang bernilai diusia kita yang pendek seperti sang panglima besar Shalahuddin Al-Ayyubi??. Haha, sekarang aku dah umur berapa ya…?
Tentang buku ini, ah begitu singkat dan banyak kejadian yang butuh penjelasan lebih rinci lagi kenapa terjadi yang seperti itu. Hi hi aku rada mumet baca buku ini, tapi kalo tebal mungkin jadi tambah gak sempat tak baca ya ^_^.
Wew, pada bersambung di sini semua dah ucapan selamat, doa dan patah hatinya
.
Makasih-makasih…
Buat yang di luar area Surabaya, here my wedding site
Ho ho, I will not alone anymore =))
Post awal tahun 2006
!
Akhir tahun 2005 sampai dengan 1 minggu pertama 2006 terlalu sibuk. Gak mikir tet tet teeeetttt terompet tahun baru. Kenapa? Aku terjerembab di masalah tugas tim, ini membuat kepalaku pening dan akhirnya lupa ngisi blog lupa tidur lupa makan lupa mandi, loh ^_^
OK, satu agenda penting tahun 2006 ini belajar menjadi a good team player!. Ternyata aku masih belum matang bekerja dalam tim. Pernah diskusi dengan salah satu teman, bahwa di tim kudu pandai-pandai memainkan otak kanan
dan nilai merah untukku bahwa aku masih terlalu kaku dan managerialnya kurang bagus menghandle tugas tim. Hi hi hi… pahit juga menyalahkan diri sendiri