Peluang? Mana?!

Awalnya tergerak membuka mata pada dunia entrepreneur, setelah membaca tulisannya Robert Kiyosaki, Rich Dad Poor Dad (sudah agak lama si). Selanjutnya, jadi pengen baca tulisannya yang lain. Tapi cuman betah beberapa halaman saja. Aku pikir terlalu banyak memberi konsep dan motivasi, bukan praktisnya dan terlalu sulit bagiku untuk mengaplikasikan. Akhirnya banyak browsing tentang pengusaha Indonesia, dan beli buku-buku yang penulisnya orang pribumi. Dengan pemikiran, mungkin lebih mudah dipraktekkan karena sama-sama tinggal di lingkungan yang sama.

Ternyata eh ternyata, sama saja dan membuatku bosan! Mereka bilang, “Hey girl, di dekatmu ada peluang. Ayo cepat ambil!”. Aku cuma diam kebingungan, seperti orang yang bingung gak bisa lihat hantu di film horor Indonesia trus bilang seperti ini, “Mana sih, peluang yang mana? Gak ada tuh!”. “Duhhh, kamu ni dah jelas-jelas dia disampingmu!”. Hiihihi mirip-mirip katanya Bapak ini. Cuma, kalo Bapak tadi masih bisa melihat peluang meskipun sedikit.

Well oh well, yang terpenting bukan cuma membaca. Jadinya aku hentikan sejenak untuk tidak terlalu menekuni membaca tema yang seperti tadi, percuma kalo tidak bisa menghayati dan mempraktekkan seperti yang mereka tulis.

Hey buku, kubuka kembali dikau setelah aku bisa bercanda dengan peluang. Ayo donk peluang…. datanglah, how do you do :) . Bagaimana dengan anda yang mulai suka dengan dunia entrepreneur, sudah punya banyak temen peluang belum?

2 Komentar untuk “Peluang? Mana?!”

  1. 1

    Sebenarnya gak sulit koq, cuman latihan membaca(peluang) dan mau serius menanggapi. Rasanya gak baik kalau sebagai yang ‘belum’ sukses mau ngomong banyak. Tapi itu benar bahwa sebenarnya di sekitar kita juga banyak peluang. Gwa juga belajar nih, dan mulai belajar menanggapi apa yang ada.

    Buku Kiyosaki membutuhkan beberapa diskusi yang agak njelimet untuk menerapkannya di sini. Mulai baca waktu SMU, mulai dari Rich Dad Poor Dad, Cashflow Quadrant, Rich Kid Smart Kid dan Guide to Investing. Yang lainnya gak ngikutin. Buku-buku tersebut kudiskusikan sama temen-temen nongkrong yang mau berfikir untuk masa depan mereka. Ambil pelajaran dari sana, trus diskusi sama ayah(alm). Trus ayah menerapkannya untuk menunjang bisnis keluarga. Keluarga kita juga banyak belajar me-manage keuangan keluarga dengan benar, bukan asal masuk dan keluar aja.

  2. 2

    wow! kedengarannya seru!
    Kalo mo ngintip kuncinya jugak, aku kudu ikutan nongkrong dan minum kopi ya…. ????

Beri Komentar