Dia, sarana muhasabah kita

Pengantar: Tulisan ini lebih banyak ditujukan pada wanita ^_^.

Sebagai wanita yang notabene lebih banyak menerima atau menolak daripada memilih, sejak remaja kebanyakan pernah merasakan ‘disenangi’ oleh lelaki lalu diberi penawaran entah menuju ke jenjang yang lebih serius atau hanya ingin menyebut hubungannya sebagai pacaran atau teman tapi mesra.

Bagaimana menyikapinya? Senang? Berbunga-bunga? :D
Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa kecenderungan orang memilih pasangan adalah mencari orang yang mempunyai kegemaran yang sama atau mempunyai cara berpikir yang sama. Kalau mengamati lingkungan sekitar sejak jaman SMP sampai dengan sekarang memang benar seperti itu. Dengan teori seperti ini, sebenarnya mereka-mereka yang memberi penawaran tadi lebih bijaknya sebagai sarana muhasabah dalam hal ini ibadah. Seperti apa orang yang datang memberi penawaran itu?

Ada seorang teman merasa sedih sekali, karena beberapa kali pria yang datang tidak seperti yang diinginkannya. Ketika bertemu, dia sibuk memberi buku-buku dan mengajak diskusi studi Islam. Makin sedih lagi ketika dia menanyakan hal-hal yang tidak perlu dibicarakan dalam hubungan yang masih belum halal, semisal, “Sudah makan belum? Sekarang lagi ngapain??”.
Hikmah darinya: Berarti ada yang salah dengan diri saya. Saya menginginkan seorang ahli ibadah, tapi kenapa yang datang orang-orang yang seperti ini.
Sederhananya seperti ini: kalo kita suka memakai mini skirt, baju ketat, lalu orang-orang yang datang tipe-tipe “mupeng”, jangan marah dan jangan salahkan mereka ;) . Ada juga si fulan fulanah pernah didatangi oleh lelaki non muslim, kalo maunya ‘teman dekat’ meski tidak berkenan dia masih bisa memaklumi, tapi kok ngomongnya ngelantur seperti ini: “Nanti kalo kita menikah, aku gak mau pakai adat Islam. Karena kalau pakai adat Islam harus mengucapkan syahadat”. Tuing tuing #$!@&*&%$!(maaf bukan SARA..). Dalam konteks ibadah dia hanya berpikir, “Apakah orang ini melihat aqidah saya masih bisa ditekuk-tekuk?!”.

Jadi seperti kebanyakan yang ditulis di artikel-artikel dan buku, jika menginginkan akhlaknya sesempurna Rasulullah Muhammad SAW anda harus seperti Siti Khadijah dulu. Dan hendaknya kita tidak menempatkan diri sebagai artis, yang makin senang dengan makin banyak fans, tapi berkacalah :) .

7 Komentar untuk “Dia, sarana muhasabah kita”

  1. 1

    Benar sekali, memang bisa jadi sarana muhasabah.

    Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin {24:3}

    kayanya emang bener kalo pendamping kita seperti kita, maksudnya tingkatan imannya. Kalo masalah jumpalitan seh, gak tau ya… :-D

  2. 2

    jadi sebenernya sudah ‘kebaca’ dari sekarang ya mbak, seperti apa pendamping kita nanti, pastinya nggak jauh2 amat dari refleksi seperti apa kita ini? karena yang di atas memang menciptakan makhluknya ‘berpasang-pasangan’ bukan? ^_^
    *wah, mosok pendamping hidupku nanti juga suka ‘jumpalitan’ kaya aku sihh,, huwawawawa,,, atutttt,,,,, :D

  3. 3

    wah.. dalem banget ya..
    jadi.. harus instropeksi diri dulu yah..
    hm.. baca buku lagi ah..

    –budiw

  4. 4

    #sindy: =)). jumpalitan? monyet? :p

    #budiw: yihiiii! masih gak nyerah ‘nembak’ lagi kan :p

  5. 5

    Lhoh, bukankah kita kudu yakin, Allah pasti akan memberi yg terbaik untuk hambaNya ???? emang sih, pertanyaanya ialah sebaik apa kita sebagai hamba-Nya…… ikhtiar yoookkk….. be a better …. biar dapet yg better dunks…..

  6. 6

    Intinya…???

    Menurut pengalamnku.. Jika kita hendak mencari pendamping untuk jenjang pernikahan untuk mengaharap ridho dan barakah allah.
    Maka hendaklah semua kita awali untuk mengharap ridho dan barakah allah swt . Ups Binun yah?
    Mau menharap barakah, maka baik2 lah padaNya (jalankan perintah jauhi larangan)
    Kalau dalam agama islam belum2 udah TTM / Pacaran (Allah gak ridho), trus mau mengharap barokah dan ridhoNya… Tanyakan pd hati nurani.. Bisakah atau pantaskah kita meraihnya??
    Jalinan yang kita harapkan untuk meraih barakah Allah malah menjerumuskan kita kedalam Zina dan maksiat yang bertambah-tambah… wallahualam …

    Mari rekans, kita sama2 tingkatkan iman.
    kembali ke jalan yang benar, untuk meraih keridhaanNya
    Kami hanya manusia doif, yang hanya bisa saling mengingatkan

  7. 7

    #blackmanta #foens #vitavita
    good > makasihhhh tambahannya :)

Beri Komentar