Menjadi Ibu yang cerdas

Tulisan beberapa blogger berikut ini cukup inspiratif bagiku:

…Rasanya senang sekali waktu itu, mendengarkan siaran ulang suara saya lewat radio, kemudian seminggu setelahnya, saya diundang oleh pak wali kota untuk membacakan puisi di depan ratusan orang di balai kota ketika perayaan 17 Agustus. Oiya, waktu itu puisi yang saya baca berjudul “anak negeri” (yang ciptain mami, yang nglatih juga mami ^_^) dan sekarang, satu-satunya kalimat yang saya ingat dari puisi itu hanyalah “menerjang badai, menentang gulita!”. oleh sindy

…Ibu, yang mendaftarkan aku ikut lomba, malah yang bersemangat. Semua konsep ‘pidato’ dibuat oleh ibu. Akhirnya, demi menuruti keinginan ibunda tersayang yang suka mukul pakai sandal, sekaligus agak PD sebagai ‘mantan’ anak kota, aku maju sebagai peserta lomba. Konsep/naskah pidato sebanyak 3 halaman buku kecil yang aku hapalkan selama 3 hari aku bawa saat berdiri di depan. Dan alhamdulillah, meski sebagai peserta paling kecil (kebanyakan dari kelas 4 sampai 6), aku mendapat juara tiga dan mendapat hadiah buku dan pensil. oleh mas Mbro

Ibu Mark, Jean adalah seorang wanita yang aktif. Ketika mempunyai anak Mark dan Gwen, ia kembali ke bangku kuliah untuk menyelesaikan studynya. Sebelumnya ia bekerja menjadi seorang guru di Wales sembari mengajari Mark membaca. Oh ya Mark mengalami kesulitan baca ketika kecil karena dyslexia -sebuah keadaan dimana otak kurang mampu mencerna alphabet. Ketika anak2nya telah dewasa, Jean kembali mengambil kuliah di Open University dibidang Mapping atau Pemetaan. Hingga sekarang ia masih menekuni maapping dan GPS sembari ikut dalam beberapa penggalian geologi. oleh Ambar

Penghargaan pada Ibu-Ibu jaman sekarang banyak sekali. Kalo mau jadi Ibu yang santai-santai bisaaa, kan masih ada istilah “Surga berada di bawah telapak kaki Ibu” ^_^. Oh ya ngomong ini jadi ingat sewaktu Minggu kemarin jalan-jalan ke Toga Mas aku menemukan buku dengan judul Surga berada dibawah telapak kaki Ibu, kurang tahu isinya karena disegel rapat. Resensi di belakangnya kurang lebih seperti ini: “Kalau tidak karena diwajibkan menyembah Tuhan, maka manusia kuwajibkan untuk menyembah Ibu (bukan hadits bukan ayat Al-Quran)”. Huah, konyol!. Emm, back to topick. Dengan penghargaan yang begitu banyaknya, hendaknya calon Ibu-Ibu tidak terlena. Satu lagi contoh teladan, yang dilakukan oleh Ibu kostku dulu sewaktu di Malang, beliau selalu mensupport anaknya yang seringkali ikut lomba mewarnai dengan ikut mengarahkan warna apa yang pas untuk gambar itu. Na, kalo Ibunya gak punya sense of art seperti itu mana bisa?!. Dan hasilnya gak tanggung-tanggung lo, koleksi pialanya banyaakkk. Tapi lama-lama sepertinya beliau terlalu berlebihan menuntut anaknya berprestasi.

Lo nike, emang kamu sudah punya anak kok sok sok menulis seperti ini?. He he enggak, aku cuman mikir bagaimana caranya menjadi Ibu yang bisa memberi support sebegitu hebatnya dan bisa menjadi tempat bertanya yang nyaman bagi anaknya. How? *ting ting*. Get the point?. Cari sendiri jawabannya yah ;) .

Hmm… kapan-kapan kalo aku jadi Ibu, anakku mau tak ajari apa ya? :D Tak ajari ngeblog aja deh, hi hi hi. Trus kalo nanya yang aneh-aneh, kusuruh tanya ke Paman Googlenya aja… Nah, cukup cerdas bukan :D

8 Komentar untuk “Menjadi Ibu yang cerdas”

  1. 1

    Jadi teringat lagu Qasidah yg kadang suka aku dendangkan…

    ibu, kaulah wanita yang mulia
    derajatmu tiga tingkat dibanding ayah…
    kau mengandung, melahirnya, menyusui
    merawat, mengasuh, dan membesarkan
    putra-putrimu, ibu…

    … dst
    lebih enak klo dinyanyikan :D

  2. 2

    =))

    na kan, ibu-ibu dipuji lagi ;)

  3. 3

    ya deh.. buat mas mbro dan mbak nike.. cepet2 deh.. ;)
    ( *maaf)

  4. 4

    wuik! :|

  5. 5

    wah, mbro sama nike?
    kapan nih?

    –budiw

  6. 6

    wah, lain kali klo mo quote cari yg gak dikenal aja..
    untung deh aku gak dijodoin sama sindy! :D

  7. 7

    sorry, you’re not my tipe mbak nike,
    masak jeyuk minum jeyuk :D

  8. 8

    alhmdllh jika allah mengizinkan,sebentar lagi saya akan menikah.dan pasti saya menjadi seorang ibu,saya ingin menjadi ibu&istri yg baik mudah-mudahan saya bisa merasakan indahnya menjadi seorang ibu&menjadi seorang istri.
    doain saya ya???mudah-mudahan saya bisa membanggakan suami saya&anak-anak saya nanti.
    walaupun menjadi seorang ibu yg cerdas itu sulit tapi saya akan berusaha mendidik anak-anak saya nanti dgn ilmu” islami agar anak-anak saya menjadi anak-anak yg shaleh&shalehah.
    amin ya Allah………

Beri Komentar