Jangan Bilang Gampang

Dulu di milis ada lelucon tentang penyakit trauma. Di milis disebutkan bahwa penyakit trauma dahulu kebanyakan trauma naik kereta api entah karena kerabatnya pernah ditimpa kecelakan atau dirinya sendiri pernah mengalami tapi selamat dari kecelakan tersebut. Sekarang penyakit trauma semakin beragam, misalnya saja trauma melihat orang botak, trauma melihat orang menangis dll. Tapi aku lupa contoh trauma apa saja yang cukup menggelikan *maaf ya*. Aku hanya mengingatkan diriku saja, apakah aku sedang trauma pada orang yang suka bilang gampang?

Long time ago, aku menjudge diriku bahwa aku tidak akan pernah percaya dengan orang yang bilang gampang. Memang secara psikologi, pernyataan “gampang” membawa angin segar tersendiri yang membuat kita jadi tenang dan percaya bahwa tugas yang dibebankan pada dia akan terselesaikan dengan baik. Tapi seiring dengan perkembangan jaman … he he tiru-tiru proposal jaman dulu, aku mencoba untuk tidak terlalu kaku dan sedikit menghentikan diri yang seringkali melakukan cek dan ricek pekerjaan teman satu tim. Tapi tapi dan tapi, ternyata tetap saja, kata gampang hanya memberikan angin segar yang semu. Bahkan angin pembawa malapetaka, hehe alias beban yang dibilang gampang tadi ternyata disaat deadline berakhir dengan ketidakberesan.

Bukankah tidak lebih sulit mengganti kata gampang dengan:
“OK, Minggu depan saya usahakan untuk menyelesaikan 60%, sisanya aku butuh bantuanmu”.
Nah, kalau begini jadi lebih jelas sejauh mana dia bisa menyelesaikan dan ada kesulitan apa. Begitu…
Sepertinya aku harus lebih bijak lagi menyikapi penyakit traumaku, karena bukan hanya orang yang suka bilang gampang saja yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Aku saja yang suka janji untuk mengusahakan menyelesaikan dalam waktu tertentu kadang karena alasan tertentu tidak bisa aku tepati. Nah lo gimana? Kalo mau membela diri sih, aku merasa dosaku lebih kecil dibanding dengan mereka yang berjanji dengan kata “gampang” :p .

Jadi, karena aku masih belum sembuh dari trauma ini, jika bekerja sama denganku do not say “gampang”. Tidak sulit kan? :)

4 Komentar untuk “Jangan Bilang Gampang”

  1. 1

    abis baca blog mu ttg kata “gampang” jadi teringat dulu, pas temen2 mo ngerjain tugas apa gituw.. trus ada yg bilang “gampang tik nko tak kerjakne”.. Lha kuwi… mesti rata2 ga dikerjakan.

    Klo tika ga yakin dg org yg ngomong “gampang”.
    Apalagi masalah tugas kuliah. mending aku kerjain sendiri deh.

    :)

  2. 2

    huahah….
    bener! dan kebanyakan yang ngomong gitu lelaki. hihihi

  3. 3

    gampang…

    hihihihih…

    –budiw

  4. 4

    =))

    nah lo. terbukti kan!
    **aduh kepalaku pusing**. Aku kan masih trauma :D

Beri Komentar