Wanita Perkasa
Perkasa biasanya disandingkan dengan kata LELAKI.
Yang manakah yang disebut wanita perkasa? Wanita yang mampu mengerjakan pekerjaan lelaki? Atau wanita yang berperawakan dan berperilaku seperti lelaki?
Ada teman yang perawakan feminin, gak pernah memaksa memacho-machokan diri tapi jago banget benahin pipa bocor, lampu neon macet, talang bocor wah pokoknya pekerjaan lelaki deh!. Pernah juga punya teman jago bela diri, dapat penghargaan pula dan jalannya gagah. Tapi kalo upacara tiap hari Senin suka pingsan. Yah luntur dah gelar perkasanya.
Nah, wahai kaum wanita.. banggakah kamu jika disebut Wanita Perkasa? Itu kan bagian dari emansipasi?
. Suit-suitt… emansipasi lagi deh. Kalo aku bangga nggak ya? Bisa bangga bisa nggak. Soalnya aku masuk kategori cewe yang suka ngomong “Ini kan pekerjaan lelaki”, kalo ada barang berat yang minta diangkat trus di sekitarku bertebaran manusia-manusia yang disebut lelaki. Giliran masak dan nyapu teriak, “Sekarang kan jaman emansipasi wanita ayo donk sekali-kali ngerjain pekerjaan cewe!!” ^-^.
Ah, wanita yang didoktrin sebagai barang yang lembut tentu punya kebanggaan tersendiri jika disebut Perkasa, WonderWoman, Smart Girl, dan serentetan gelar indah lainnya yang diberikan pada wanita-wanita tertentu yang dianggap tidak ‘lemah’.