30 Nopember 2005
kujemu dengan hidupku yang penuh liku-liku, bekerja dimalam hari, tidur disiang hari
kurasa berat
kurasa berat
beban hidupku
kutak tahu
kutak tahu
oohh…ku jemu
kerja keras bagai kuda, dicambuk dan didera
semua tak kurasakan, untuk mencari uang
…. (koes plus)
Itulah manusia, rewel! Sudah jalan teratur sesuai sistem, adaaaaa aja yang kurang dan dinilai membosankan. Tapi, jemu ato bosan gak ada salahnya karena everything need to be refresh!.
Bosan adalah karunia, sama dengan perasaan lainnya. Karena karunia inilah manusia jadi berpikir terus untuk melakukan kreativitas. Itu yang mau berpikir kreatif, yang nggak jadi tukang ngeluh kayak di liriknya Koes Plus (ups… aku terkadang seperti ini
). Oh ya, di sebuah media disebutkan bahwa ibadah itu juga harus direfresh untuk menghilangkan kebosanan. Bagi yang tiap ibadahnya ada peningkatan entah dari doa atau penghayatannya gak akan merasa bosan, tapi yang awam….?? So, how to refresh it? Na di sini serunya, tidak berhenti merasakan bosan saja tapi terus cari ilmunya. Jangan sampek bosan ibadah yang gerakan dan waktunya sama dan berulang-ulang ditinggalin!. Bukan karena takut dosa saja tapi ingat sekalipun ibadah itu wajib:
Tuhan tidak membutuhkan ibadahmu tapi Tuhan tidak pernah bosan dengan lantunan doa di tiap nafasmu
Jadi salah satu sumber kreativitas adalah rasa bosan. Nah kalo pengen kreatif, harus sering-sering merasa bosan
By the way, bosan itu juga mempengaruhi kehamilan loo.. Terbukti temenku si Ibu hamil pernah mengeluh seperti ini, “Uhh aku mual lagi, soalnya ada yang nyalain lagunya OPICK. Aku boseeeeeennnnn!!!!”
Posted in Sekitar Kita | 5 Comments »
23 Nopember 2005
Semua teman di belahan bumi manapun yang aku temui komentar:”Nike jadi gendut ya?, aku pikir tadi sakit gigi”. Ini patut ditulis, soalnya dalam sejarah hidupku no one said I’m fat. Apa udah waktunya gendut? Trus kalo gendut apa butuh ngatur yang dimaem apa aja?. Oh, ini dia yang paling aku takuti, mengurangi makanan atau dilarang makan ini makan itu
.
Tapi aku senang menjadi lebih gendut!
. Setidaknya untuk hari ini
.
**gendutproblematikawanitaduapuluhtahunankeatas**
Posted in Sekitar Kita | 9 Comments »
23 Nopember 2005
Mr. Arjuna Pencari Cinta said:
“You are my inspiration along my life, you are my world dear… ”
Mr. Pemuja Cinta said:
“Thank you for your smile honey, i couldn’t have a dream without seeing your so sweet smile and i got my love there. I’m not loving you because you are…. but i’m loving you even if you are…
”
Nothing wrong with them, in case they express it in the right time
.
You know when? Depends on your description about love and your faith. If they give you not in the right time, my friend called it cinta layang-layang. Kalo dipikir nemen-nemen bakal bikin kamu klepek-klepek dan melayang-layang ke kampung angan-angan
. Tapi buat sebagian orang cinta layang-layang bikin mual and said: “Hare gene jadi pujangga cinta?!!”.
(edited by crayon)
—
Btw, ngerti gak aku nulis gini?
(nike banget! kok masih tetep aja, dulu aku kalo cerita ngalur ngidul, penutupnya selalu gini. Habisnya mereka menatapku dengan eskspresi setengah ketawa setengah bingung).
Dan ini terbukti dari percakapan bareng temen kantor:
[10:26 AM] Naiki:heyyyyyy, benahin englishku gih.
[10:26 AM] Naiki:hihihi, aku cuman pengen nulis English.. tp tentang apa ya..
[10:26 AM] Naiki:jadilah ini :d
[10:26 AM] Naiki:ayo.. manaaaaa
[10:27 AM] Crayon:sing trakir rodo ra ngerti (katanya before edited).
[10:28 AM] Naiki:ohh, gampang wes..
[10:28 AM] Naiki:yang atas? englishnya benahin dulu deh..
[10:32 AM] Crayon:I’m not loving you because something but i’m loving you although anything < < artinya gmn?
[10:33 AM] Naiki:oh.. =)) Aku mencintaimu bukan karena …. tapi aku mencintaimu meskipun….
[10:35 AM] Crayon:aduh, tambah ra ngerti
[10:35 AM] Naiki:=))
[10:35 AM] Naiki:maksutnya gini, aduh aku dadi dokter cinta niii 
[10:35 AM] Naiki:biasanya kan orang seneng itu karena kamu begini karena kamu begitu…
[10:36 AM] Naiki:klo si dia udah gak begini dah gak begitu seperti dulu… punah deh cinta nya.. makanya yg seperti ini bikin bubar ato utamanya buat yg dah keluarga bikin cerai
[10:37 AM] Naiki:makanya diganti buat mupuk setia: aku mencintaimu meskipun kamu udah tua, meskipun kamu dah gak langsing lagi , blablabala
[10:37 AM] Naiki:gitu lo..
[10:37 AM] Naiki:get the point?
[10:37 AM] Crayon:oohh
[10:37 AM] Naiki:hiyaaa too many parameters.. yg bikin gak ngerti
[10:37 AM] Naiki:piye ki, tak taruk diblogku ntar bingung semua…
[10:37 AM] Naiki:trus trus, itu englishnya apa?
[10:38 AM] Crayon:mmm.. piye yo
[10:38 AM] Naiki:weks, bhs indonesianya aja tadi dirimu ra ngerti ..
[10:38 AM] Crayon::d
[10:39 AM] Naiki:blm pernah tau ungkapan kyk gitu?
[10:39 AM] Naiki:ada yg tau ini dari majalah
[10:39 AM] Crayon:br denger ini
[10:39 AM] Naiki:he he,,.,, aku maju selangkah darimu bung :p
[10:39 AM] Naiki:wekekekek suwi2 aku dadi dokter cinta :d
[10:39 AM] Crayon:haiyah
[10:57 AM] Crayon:gimana kalo:
i’m not loving you with “because” but “even”
[10:59 AM] Naiki:ih, yang bikin jelek tuh “with” nya.
[11:00 AM] Naiki:I’m not loving you because ….. but even if …..
[11:00 AM] Naiki:eh ada yg nulis kyk gini. “from now on start loving someone because you want to”
[11:00 AM] Naiki:menurutku gak jelas. tp artinya hampir sama. hayoo tambah bingung ga?
[11:01 AM] Naiki:klo tau asal ceritaya si gak bingung.
[11:03 AM] Crayon:moso artine sama?
[11:03 AM] Naiki:penjabarannya hampir sama
[11:03 AM] Naiki:coba artino
[11:03 AM] Crayon:hmmm iya jg sih, klo dikejar panjang
[11:05 AM] Crayon:dr sekarang mulailah mencintai seseorang karena kmu ingin mencintainya
[11:05 AM] Naiki:hahhahahaha, pinter
[11:05 AM] Naiki:isin aku
[11:05 AM] Naiki:ya wes, bubar!
Posted in Sekitar Kita | 2 Comments »
17 Nopember 2005
Tulisan ini mengcounter dari sebuah milis yang sedang meributkan eksistensi Bapak Ketua MPR kita saat ini Bapak Hidayat Nur Wahid dan kader PKS. Saya tidak perlu membahas lebih mendetail mengenai apa yang sedang diributkan. Saya tertarik pada salah satu komentar member yang tiba-tiba menyangkut-pautkan pada masalah bahasa, komentarnya seperti ini:
Pesan untuk para kader PKS, saya terus terang kurang ’sreg’ pada penggunaan
kata ‘ana’, ‘antum’,’ ‘afwan’, ‘ikhwah’. Seolah mereka tak lahir, hidup dan
berpijak di Bumi Nusantara. Apa tidak ada kata padanannya dalam Bahasa
Indonesia? Atau mereka pelan-pelan ingin membawa negeri ini agar bernuansa
padang pasir? Janganlah, kasihan Ibu Pertiwi!
Wahahaha, bagus dan lucu sekali kritiknya! Tapi tiba-tiba saya terdiam. Gimana tidak diam, itu berarti saya menertawakan diri sendiri! Maksudnya, saya juga berada di dalam komunitas yang sering menggunakan istilah-istilah asing seperti ini. Bukan hanya dalam kader PKS, tapi kebanyakan di komunitas jilbaber. Meski saya sendiri gak terlalu banyak menggunakan istilah arab, lah emang belum bisa bahasa arab
. Menurut hemat saya, dalam sebuah komunitas tertentu terkadang mereka mempunyai sebuah bahasa atau pakaian atau nama yang menjadi sebuah keunikan yang membedakan dengan komunitas lain. Bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan sosialnya? Hmm… apapun pekerjaannya hasilnya tergantung dari niat!
.
Seperti kasus penggunaan bahasa pada kader PKS tersebut, jika berniat hanya untuk menjaga keeksklusifan kelompoknya atau sekedar ikut-ikutan baru ini dibilang salah. Mengapa sedikit-sedikit menggunakan bahasa arab? Dari pengamatan dan berbincang-bincang langung dengan salah satu kader, penggunaaan istilah-istilah arab ini dimaksudkan untuk membuat atmosfir lingkungan yang lebih akrab. Terkadang kalo kita bertemu dengan sesama orang jawa kita akan lebih senang dan akrab bila menggunakan bahasa jawa meski sedang berada di pulau madura. Contoh lain, kalo kita bertemu dengan orang yang sama-sama suka berPerancis ria kita akan lebih senang jika bisa praktek bahasa Perancis. Dan kebanyakan orang menggunakan hal-hal unik tersebut HANYA pada komunitasnya.
Makna yang lebih dalam dari penggunaan istilah arab ini(menurut salah satu kader), diantaranya begini:
Ungkapan ukhti(perempuan), akhi(laki-laki) yang berarti saudaraku dimaksudkan bahwa dalam Islam itu tidak ada perbedaan derajat seperti panggilan “mbak”, “mas”,”adek” karena derajat manusia di hadapan Allah sama yang membedakan itu ketakwaannya. Dan panggilan saudaraku lebih pada ikatan Ukhuwah Islamiyah. Lantas kalo make padanannya, masa mo manggil “saudaraku”. Wiii jadi kayak pujangga lak an
. Trus lagi, katanya si… ustad-ustad yang ingin menjaga bahasa arabnya lebih sering menggunakan istilah arab, dan itupun terbatas sesama ustad dan di lingkungan yang sama-sama mengerti.
Jadi penggunaan istilah-istilah tertentu yang pada tempatnya tidak patut disalahkan bukan?. Meski begitu, bahasa Ibu pertiwi tidak akan punah kok
.
Posted in Sekitar Kita | 16 Comments »
10 Nopember 2005


teman karibku…
aku terhenyak mendengar kabarmu semalam dan benar-benar menyesal mendengarnya.
Hadiah dariku hanya ‘lampu’ warna kuning yang menyala terang-benderang.
Well, it’s up to you hidup itu merdeka… tapi merdeka yang bagaimana ya?
Posted in Sekitar Kita | 3 Comments »
9 Nopember 2005
Perkasa biasanya disandingkan dengan kata LELAKI.
Yang manakah yang disebut wanita perkasa? Wanita yang mampu mengerjakan pekerjaan lelaki? Atau wanita yang berperawakan dan berperilaku seperti lelaki?
Ada teman yang perawakan feminin, gak pernah memaksa memacho-machokan diri tapi jago banget benahin pipa bocor, lampu neon macet, talang bocor wah pokoknya pekerjaan lelaki deh!. Pernah juga punya teman jago bela diri, dapat penghargaan pula dan jalannya gagah. Tapi kalo upacara tiap hari Senin suka pingsan. Yah luntur dah gelar perkasanya.
Nah, wahai kaum wanita.. banggakah kamu jika disebut Wanita Perkasa? Itu kan bagian dari emansipasi?
. Suit-suitt… emansipasi lagi deh. Kalo aku bangga nggak ya? Bisa bangga bisa nggak. Soalnya aku masuk kategori cewe yang suka ngomong “Ini kan pekerjaan lelaki”, kalo ada barang berat yang minta diangkat trus di sekitarku bertebaran manusia-manusia yang disebut lelaki. Giliran masak dan nyapu teriak, “Sekarang kan jaman emansipasi wanita ayo donk sekali-kali ngerjain pekerjaan cewe!!” ^-^.
Ah, wanita yang didoktrin sebagai barang yang lembut tentu punya kebanggaan tersendiri jika disebut Perkasa, WonderWoman, Smart Girl, dan serentetan gelar indah lainnya yang diberikan pada wanita-wanita tertentu yang dianggap tidak ‘lemah’.
Posted in Sekitar Kita | No Comments »
9 Nopember 2005

Buat semua, selamat kembali beraktivitas ^_^. Yuk bangun dari mimpi indah
.
Tadi pagi habis halal bihalal dengan teman sekantor, mampir ke kantor sebelah. Eh mbak penita gak masuk, katanya sakit kecapekan. Wow! Seperti apa itu sakit kecapekan? Kemaren-kemaren aku juga sempet K.O, pokoknya lemess mual dan makan apa aja jadi pahit. Apa itu juga sakit kecapekan?. Trus mas nico yang ngasih kabar kalo mbak penita sakit kecapekan, juga terlihat lemess… kalo bicara suka diseret-seret gak kuat melek. Hi hi sakit kecapekan juga ya? Oh ya ada lagi ni, mbak kostku baru dateng tadi pagi jam 3. Pas tak samperin juga gak kuat melek tapi tetep kekeh mo brangkat kerja jam 1/2 8. Wah hati-hati lo mbak, ntar sakit kecapekan juga
.
Kenapa sakit kecapekan gak punya nama yang bagus? Sekalian aja, cari nama latinnya biar lebih terdengar ilmiah ^_^. Hmmm, sebenarnya apa si sakit kecapekan itu? Ada si temanku yang paling suka mendefinisikan segala macam penyakit dengan istilah sakit kecapekan. Pernah satu saat dia ‘menuduh’ sakit kecapekan, eh gak taunya yang dituduh sakit Demam Berdarah :p.
Eniwe, buat yang lagi sakit kecapekan semoga lekas sembuh biar bisa maen-maen lagi…
Posted in Sekitar Kita | 1 Comment »