Agung Gun Martin
Karena sebuah kepentingan, aku membaca kembali buku Aa Gym Apa Adanya. Kubuka lembaran-lembaran yang menjadi point utama pencarianku, terakhir aku niat mengembuni hati ini yang mulai gersang dengan membaca cerita Aa tentang guru spiritualnya yaitu adiknya sendiri yang badannya kian “rapuh”/cacat Agung Gun Martin yang akhirnya pergi meninggalkan kefanaan dunia ini selamanya.Innalillahi wainnailahi rajiun.
Berikut ini kalimat yang masih bisa memberikan sentuhan hati bagiku:
Suatu saat saya tanya, “Dik, mengapa jarang mengeluh, padahal kata dokternya sakitnya amat parah.” Lalu ia berkata, “Untuk apa banyak mengeluh, hanya akan membuat susah orang yang mendengarnya. Biarlah Allah yang menciptakan tubuh ini tak akan salah dalam mengukur ujian terhadap hamba-hambaNya. Mungkin orang lain bisa mulia dengan banyak amalnya dan mudah-mudahan saya punya bekal pulang dengan banyak sabarnya