Menikah maning…
Besok, kamis malam aku dan 2 temanku sepulang kuliah jam 21.30 harus cepat-cepat ke stasiun Gubeng Surabaya tujuan Banyuwangi. Ada temen di hari Jumat siang yang bakal seneng kalo kita datang. Apalagi kalo bukan acara teristimewa dalam hidupnya, menikah!. Padahal baru minggu kemarin aku menghadiri acara nikahnya teman kantor.
Gila, tahun ini temanku berbondong-bondong ke pelaminan.
Dan pertanyaan “nike kapan nyusul?”, membuatku muak. Hehhe sori sori, bukan apa2, muak di sini refer to bosen
. Bahan pembicaraan di milis-milis juga begitu, bagaimana menjadi istri solehah? Bagaimana membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah? Bla bla bla.
Sampai-sampai sempat aku berkomentar, “bisa tidak ya satu hariiiiii aja tidak ada bahan pembicaraan tentang nikah!”.
Tenang-tenang, bagi yang belum menikah jangan takut gak kebagian kesempatan
!
Semua sudah “tercatat” kan. Memang usaha itu wajib, tapi sayang sekali kalo memikirkan menikah yang masih angan-angan sudah banyak menyita waktu kita. Padahal masih banyak yang harus diurusi. Masih ingat, ketika mbak Murabbiku Murabbiyahku berpesan, “Ketika aktivis konsentrasi menjemput ‘menggenapkan dien’ ladang dakwah sedikit ditinggalkan. Maka bagi yang masih sendiri, ingat! Menikah bukanlah satu-satunya yang memforsir pikiran kita, masih banyak ladang dakwah yang wajib kita garap”.
Betul tu…
.