Perempuan Berkalung Sorban

Penulis: Abidah el Khalieqy
Penerbit: Yayasan Kesejahteraan Fatayat, Yogyakarta
Jumlah Halaman: 309 halaman

Aku tidak mau menjadi budak
pun masa depan yang kerontang
Bukanlah impianku, juga impian siapapun
tetapi, kepada siapa aku harus mengadu?

Setelah Bapak dan Ibu juga bukanlah
seseorang yang merupakan tempat aku
dapat bertanya dan mengutarakan isi hatiku


Novel yang cukup menarik, membuka wawasan. Yang membuat cerita ini cukup unik karena setting cerita diambil dari lingkungan pesantren/pondokan. Cukup apa adanya dan jujur.
Secara umum novel ini menginspirasi bagaimana wanita selayaknya diperlakukan terutama dalam kehidupan rumah tangga. Wanita juga bebas berpendapat dan bertindak tapi tetap dalam koridor agama. Di sini ditunjukkan bahwa agama bukanlah doktrin semata, yang membuat derajat wanita dan laki-laki cukup curam grafik perbedaannya.

Berikut kutipan kalimat yang aku suka dari novel ini:

Sebelum haqqul yakin dengan kebenaran
aku tak mau mengangguk dan menjadi keledai
sekalipun keledai seorang syaikh atau imam besar

Tapi ada beberapa point yang harus dikritisi. Misalnya cara berkomunikasi antara pendakwah dan yang didakwahi yang notabene antara laki-laki dan perempuan, tapi masih suka kebablasan karena diantara keduanya menyimpan rasa suka yang membuat kepayang. Well mungkin penulis sengaja tidak menampilkan tokoh sesempurna Fahri di Ayat-Ayat Cinta. Cuman ini bisa jadi tanda tanya besar bagi orang2 popular. Trus yang kedua novel ini cukup vulgar. Apa ini masuk kategori sastra lendir ya? Hmm, kurang tau juga sih batasannya sampek mana hehehe, jadi saya tidak berhak menilai ini sastra lendir atau bukan ;) .

Eh ya, sori gak sempet motret cover bukunya. Tadi googling tapi gak nemu covernya, cuman resensi aja. Kalo mampir ke toko buku, boleh juga tuhh novel ini disamperin, dibuka-buka trus dibeli ^_^.

9 Komentar untuk “Perempuan Berkalung Sorban”

  1. 1

    Ceritanya emang bener-bener menyentuh banget…..
    Dan Itu cerita kenapa persis apa yang sekarang terjadi pada diri aku….??
    dan ngomong-ngomong : Penerbit: Yayasan Kesejahteraan Fatayat, Yogyakarta letaknya di daerah mana sih…??
    aku juga orang jogja tapi aku kok belum pernah dengar Yayasan Kesejahteraan Fatayat yach…..??

  2. 2

    Mba, saya ingin membaca bukunya lagi dong.. dimana ya saya bisa dapatkan?

  3. 3

    trims semuanya ya, yang sempet komentar postingan lama..

    #rangga: waduw ceritanya persis? cerita yang di bagian mana nih? kalo yg depan2 kan serem, he he. udah ditelisik semua penerbit se yogya nih???

    #herni: loh sebelumnya pinjem? kalo iya, ya pinjem lagi aja… hihihi. Aku dulu beli di Toga Mas

  4. 4

    huwaa~
    perempuan berkalung sorban ini !
    saya siswi sma yang disuruh ngeresensi buku” sastra,
    trus salah satu pilihannya itu ya inii..
    tpiii..
    kok VULGAR BANGET ?? !!
    jadi rada nyesel, ngeresensi ini..
    udah beli buku pula
    40 ribu perak .lumayan nguras kantong.
    nassiipp…

  5. 5

    aku belum baca novelnya. seorang aktor kawakan ditawarin ikut main film ini, isterinya
    ikut baca skenario ‘perempuan berkalung sorban’ dan berujar; “sebaiknya jangan ikut
    ambil peran, sangat kontroversial.” katanya banyak yang menyudutkan wanita muslim.
    (saya tau abidah, orang menturo, jombang).
    tadinya sang aktor mau omong sama hanung, tapi diurungkan. biarlah hanung ‘dewasa’
    dengan benturan-benturan, misalnya nantinya ditolak masyarakat muslim!!

  6. 6

    Novel yg bener2 kontroversial di mana hak-hak pererempuan di pertanyakan lewat budaya jawa dan sisi hukum2 agama Islam,sempat aneh juga klo istriku dan seluruh perempuan yang membaca novel ini “gmna tanggapannya Bu?” tanyaku kpd istriku “Bagus,novel ringan tapi berisi”

  7. 7

    Saya banyak dapat referensi tentang buku ini, tapi sudah dicari kebeberapa buku toko di Jkt tapi tdk ada..mungkin ada yang mengetahui dimana bk ini bisa didapatkan..terimakasih..

  8. 8

    Saya mo nyarankan,mending ndak usah beli,benar-benar vulgar.
    Saya paling benci kisah si perempuan dg paman jauhnya, kelewat batas, bagaimana agama bisa ke hati mereka?

    Imaginasi pengarangnya berlebihan.

    Buat yg ndak nemu,emang susah didapat kok, taun cetaknya aja 2001,dan ndak best seller.

    Harapan saya filmnya bisa mengambil yang baik dan membuang yg buruk

  9. 9

    Buat yang tidak mendapatkan bukunya jangan kecewa karena filmnya akan rilis tanggal 24 desember 2008 di bioskop2

Beri Komentar