“Merah” yang terlarang
Atas nama normaku normaku, normamu normamu tak ada yang salah dengan ketabuan
Atas nama fitrah, manusia tersenyum saat kepalanya bertanduk
Aku perempuan, menyebut ini kekeliruan pada lelaki
Lelaki yang punya banyak hasrat pada perempuan
Yang melirik panas baju-baju mini dan samar-samar
Aku perempuan sedih, mengamuk, kecewa dengan lelaki pujaan
Lelakiku yang komputernya penuh dengan gadis2 tak berbaju
Oh dimana lelakiku yang santun dan berbudi pekerti luhur
Lelakiku yang menjanjikan istanaku di dunia
O, akukah perempuan yang ekstrim?
Tak kuduga pamanku yang bersahaja juga suka tempel yang “merah”-”merah”
Tak kuduga bosku yang terhormat juga punya agenda “merah”
Tak kuduga bapak hajiku yang bijaksana juga diam-diam suka mengintip yang “merah”-”merah”
Siapa yang salah?
Fitrah?
Atau hati yang suka berbelok-belok?
‘original sajak on 19-5-05
18.11.2005 2:02 am
=D>
? | November 16, 2005 @ 5:12 am
yeh, ketawa. hmm.. ni pasti laki-laki .. :p