30 Juli 2005
Mendengar musik Debu yang dominan menggunakan gambus, kendang, rebana dan seruling serasa ada di Timur Tengah
.
Sebenarnya album Debu yang terbaru judulnya Makin Mabuk, tapi aku lebih suka album yang sebelumnya. Kelompok Debu baru hijrah dari Amerika ke Indonesia tahun 1999. Jadi tidak heran kalau beberapa pelafalan liriknya terdengar aneh, misalnya kata wajah dilafalkan “wahahahajah”. ^_^
Dari album Mabuk Cinta ini yang paling aku suka lagu “Ampunilah Saya”. Potongan liriknya seperti ini:
Ya Rabbi! Ampunilah,
Dosa yang dibuat,
Oleh mataku,
Ampunilah hambaMu!
Ampunilah kata-kataku,
Yang keji dan buruk,
Dan ampunilah ketidakmampuanku,
Menahan nafsuku.
Lagu ini mengajak kita untuk selalu memohon ampunan karena menyadari bahwa diri ini tidak luput dari dosa dan begitu lemah berperang dengan nafsu. Penasaran sama musik Debu? Coba deh beli kaset dan VCD nya sebelum kehabisan!!
Posted in Resensi | No Comments »
28 Juli 2005
Aha bulan Agustus ini ada 2 temanku menikah, 2 temanku ulang tahun. Trus Agustus minggu kedua aku harus mudik dan agendanya harus membeli beberapa titipan adik-adikku.
Well, syukur kalau pas ingat hari H nya, kalau lupa seperti biasanya???
:D:D. Kebetulan yang menikah dan ultah bulan ini teman-teman terdekat. Gimana ya nyari kado di saat injurid time? Nih ada beberapa jurus bagus untuk belanja kilat:
1. Hindari berbelanja di mall yang besar dan jauh dari tempat Anda. Toko yang lebih kecil akan mempermudah Anda menemukan barang yang dicari.
2. Sebisa mungkin pilih toko dengan pelayanan yang terkenal bagus. Karyawan toko yang tahu di mana tempat barang yang Anda cari dan ramah membantu akan sangat menolong di waktu Anda yang sempit.
3. Bila mencari barang keluaran terbaru, tengoklah dulu rak paling depan di toko. Biasanya, barang yang sedang dipromo ditaruh di rak berbeda secara terpisah, begitu pula dengan barang diskon.
4. Saat membayar pastikan barang yang Anda dapatkan memang benar dan sesuai dengan yang dicari sebelum benar-benar sampai di meja kasir.
Selengkapnya bisa dilihat di sini
Posted in Sekitar Kita | No Comments »
25 Juli 2005
Jadi ingat dulu waktu jaman SD kalo nulis surat footernya ada “4 x 4 = 16″ diterjemahin sempat tidak sempat harap dibalas. Hihihi…
Manusia diberi waktu 24 jam. Ada pekerjaan primer yang tidak boleh ditinggalkan dalam sehari, misal ibadah, bekerja, belajar, makan, tidur, dll. Primer di sini relatif, tergantung masing-masing individu memprioritaskan yang mana. Tapi kadang kala orang terjebak dalam pekerjaan primernya. Hampir tidak berbuat apa-apa untuk yang lain-lain.
Ingin hidup lebih berwarna?!
Maka sempatkanlah pekerjaan sekundermu sesibuk apapun.
Ada banyak contoh orang yang begitu hebat memanage waktunya alias jam terbangnya tinggi. Ketika ditanya bagaimana distribusi waktunya tu?
Dengan enteng dijawab: “Ya, untuk mengerjakan proyek ini ya disempatkan sebisanya. Apapun harus disempetin, kalo nggak kita nggak menghasilkan apa-apa”. Menghasilkan itu bukan uang saja loo. Kalo mau dijabarkan ntar gak muat di sini. Esensi yang tidak boleh hilang adalah bahwa kita harus bermanfaat untuk orang lain. Seperti yang pernah di tulis oleh ummouk.
Apa kebutuhan sekunder anda? Mengupdate blog? chat? menjawab milis? 
Ya semua bergantung dari niat. Keliatannya chat itu perbuatan sia-sia, tapi kan diliat niatnya dulu. Niat yang baik itulah yang harus disempatkan di tengah kesibukan!
Posted in Sekitar Kita | No Comments »
20 Juli 2005
Sudah umum dan semua sudah tahu bahwa rejeki, pasangan jiwa, kecerdasan, dll sudah tertulis sejak kita direncanakan hadir di muka bumi. Seperti di acara CERIWIS yang ditayangkan oleh TRANS TV hari minggu kemarin, haduh aku lupa nama bintang tamunya. Ceritanya si bintang tamu ini dari pernikahannya dengan penari tahun 1997 sampai sekarang dikaruniai 4 anak! Hueheheheh. Lantas
Indra si pembawa acara bertanya, “Eh percaya nggak kalo banyak anak itu banyak rejeki?”. Dengan nada suara yang cukup meyakinkan dijawab begini “Ya, percaya donk!. Analoginya seperti ini anak itu kan titipan Allah, dan Allah menitipkan anak tadi dengan rejekinya yang mengalir melalui saya”. Weheheheeh jadi saudara-saudaraku yang sudah menikah silahkan buat anak sebanyak-banyak nya
.
Ada lagi sebuah nasehat dari mbak Murabbiku yang seringkali mengisi kajianku seperti ini, “Rejeki itu bukan hanya berupa uang. Tapi kita diberi sehat terus itu rejeki, jadi Alhamdulilah kita tidak perlu keluar uang berjuta-juta untuk biaya operasi. Motor kita tidak rewel, itu juga rejeki Alhamdulillah kita tidak sering-sering menyapa tukang bengkel untuk men-servis motor kita. Dan harta kita sesungguhnya adalah harta yang kita infaqkan. Itulah harta yang kekal untuk membangun rumah kita di surga”.
Mungkin di situlah letak keberkahan sebuah rejeki. Apa yang kita terima sekarang bisa bermanfaat untuk umat. Mmmmm, jadi sungkan karena aku sebenarnya sangat miskin berinfaq. Semoga dengan menyampaikan hal yang seperti ini, aku bisa belajar sering-sering berinfaq.
~~sampaikanlah meskipun satu ayat, dan apa yang kamu sampikan akan menjadi sebuah saksi di pengadilan akbar nanti apakah aku bisa menjalankan seperti apa yang aku sampaikan?~~
Posted in Sekitar Kita | No Comments »
19 Juli 2005

Kira-kira hari apa ya..sepertinya hari Kamis yang lalu, kantorku tiba-tiba membuat peraturan baru untuk menonaktifkan semua AC kecuali ruangan the Big Bos. Aku yang minggu-minggu ini sedang pusing-pusing nya sama tugas-tugas kampus yang menumpuk, bingung… ada apa ya? Kok tiba-tiba menekan cost sedemikian ketat.
Heheheh rupanya waktu iseng-iseng buka detik.com, oh Bapak SBY presiden RI ku mencanangkan untuk mengencangkan ikat pinggang. Wah, aku belum berani komentar banyak-banyak mengenai ini, soalnya membaca beritanya hanya setengah-setengah. Kasian deh nike, kamu persis kodok ngorek kodok ngorek, kuper sekaleeeee gak tahu menahu keadaan negeri hahahahha.
Eh ya, hari pertama kerja tanpa AC. Wuihhhhh geraaaaahhhhhh, apalagi surabaya .. hfffff. Trus agak siangan aku ke toilet, wikk remang-remang euy!. Kalau di kantor ku protes ke siapa ya… heheh sudah kucoba ke bosku yang aku pikir punya power di perusahaanku, eh ternyata gagal. Hhaha manusia memang wajib berusaha dan suratan taqdir bahwa aku harus bekerja tanpa AC
. Tapi bersyukur hari ini aku bisa pinjam kipas angin punya temanku, segerrrrrr… heheh .
Bapak SBY kirim sms lagi donk… bilang ke perusahaan-perusahaan ngikat ikat pinggangnya jangan terlalu kenceng! 
Posted in Sekitar Kita | No Comments »
18 Juli 2005
Bunglon!
Ada yang mau disebut Bunglon? Bunglon jika digunakan sebagai sebutan pada salah satu karakter manusia, cenderung diimplikasikan pada hal yang negatif. Plin plan istilahnya? Memang seperti itukah? Ada sediikit pertanyaan, kalau orang yang selalu berubah dari masa ke masa entah itu berubah semakin baik atau semakin buruk disebut apa ya? Kalau penulis meminjam istilah Bunglon, persepsinya akan rancu dengan sebutan plin-plan tadi.
Padahal perubahan pada diri manusia itu selalu ada. Mau tidak mau, jika dia masuk dalam komunitas baru sedikit banyak akan mempengaruhi cara berpikir atau karakternya. Tahu liriknya tombo ati? Salah satu baris kalimatnya seperti ini:
Wong kang Soleh kumpulono
bahasa Indonesianya berkumpullah dengan orang Soleh. Benar sangat benar sekali, sekuat apapun manusia memegang prinsipnya jika lingkungannya menyerbunya dengan masukan-masukan yang negatif, bisa dipastikan prinsipnya akan mudah sekali luntur. Lantas bagaimana mempertahankan prinsip kita? Dalam dien/agama penulis ada sebuah anjuran untuk “Merapatkan Barisan” bersama dengan orang-orang seprinsip.
Seperti nasehat seorang teman, jika memasuki komunitas baru carilah adakah orang Soleh/Seprinsip di sana? Jika ada rangkullah dia sebagai teman berjuangmu, jika tidak ada carilah teman untuk menemanimu atau tinggalkan komunitas itu.
Apakah anda selama ini merasakan hal yang sama? Anda berubah saat ini karena lingkungan anda atau anda “sendirian” membentuk lingkungan tersebut?
Posted in Sekitar Kita | No Comments »
18 Juli 2005
Atas nama normaku normaku, normamu normamu tak ada yang salah dengan ketabuan
Atas nama fitrah, manusia tersenyum saat kepalanya bertanduk
Aku perempuan, menyebut ini kekeliruan pada lelaki
Lelaki yang punya banyak hasrat pada perempuan
Yang melirik panas baju-baju mini dan samar-samar
Aku perempuan sedih, mengamuk, kecewa dengan lelaki pujaan
Lelakiku yang komputernya penuh dengan gadis2 tak berbaju
Oh dimana lelakiku yang santun dan berbudi pekerti luhur
Lelakiku yang menjanjikan istanaku di dunia
O, akukah perempuan yang ekstrim?
Tak kuduga pamanku yang bersahaja juga suka tempel yang “merah”-”merah”
Tak kuduga bosku yang terhormat juga punya agenda “merah”
Tak kuduga bapak hajiku yang bijaksana juga diam-diam suka mengintip yang “merah”-”merah”
Siapa yang salah?
Fitrah?
Atau hati yang suka berbelok-belok?
‘original sajak on 19-5-05
Posted in Sajak | 1 Comment »
9 Juli 2005
Tulisan ini menjadi sebuah Mukaddimah blogdrive kedua ku. Ya kedua, karena sebelumnya pernah punya tapi hanya diutak-atik seminggu, setelah itu Bosan!
Well, iman manusia naik turun, begitu juga yang namanya semangat. Bosan, malas, bahkan ada yang sampai merasa menjadi manusia yang tidak berarti. Ya begitulah yang namanya futur, masa-masa manusia batere nya sedang drop.
Wajar manusia memiliki keadaan seperti ini. Salah satu cara mengatasi masalah ini yaitu dengan berhenti sejenak dari segala rutinitas. Tapi sejenak kalau dibiarkan akan melenakan. Kalau mau mengambil contoh, tidak usah jauh-jauh contoh dari penulis blog ini, heheh. Benar-benar bisa aku rasakan, sepanjang tahun 2004 lalu jiwaku benar-benar sedang labil. Setiap hari selalu menumpuk cerita yang negatif-negatif, mengeluh, dan hampir pesimis. Hasilnya, bisa dilihat tahun 2005 tidak ada peningkatan yang cukup berarti entah itu keahlian, karya, sosial atau yang lainnya. Artinya tahun 2004 kemarin seperti menghilang dari permukaan bumi! hehhe.
Ya, semoga dengan rajin-rajin mengisi blog ini, bisa menstimulus diri untuk melakukan percepatan baik dari sisi iman, intelegensia maupun kedewasaan. Go go go!!
First of all. terima kasih telah mengunjungi blogdrive ku blogsomeku
.
Komentar-komentarnya aku tunggu
Posted in Sekitar Kita | No Comments »